141 Warga Belajar SPNF SKB Bintauna Ikut Ujian Paket C

oleh -313 Dilihat
SPNF SKB Bintauna
141 Warga Belajar Ikuti Ujian pendidikan kesetaraan Paket C setara SMA di SPNF SKB Bintauna, Rabu (1/3/2023).

ASUMSI.ID | BOLMONG UTARA – Sebanyak 141 warga belajar mengikuti Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) Paket C kelas XII di Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bintauna, Rabu (1/3/2023).

Ujian berlangsung selama 3 hari, terhitung sejak tanggal 1 hingga 3 Maret 2023, dengan mata ujian sebanyak 11 mata pelajaran (mapel).

Pelaksanaan ujian tersebut dipantau oleh Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Paud dan Dikmas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bolmong Utara Hilda Potabuga.

Kedatangan Kabid Paud dan Dikmas disambut hangat oleh Kepala SPNF SKB Bintauna Deibby Telew dan jajarannya serta para peserta ujian.

SPNF SKB Bintauna

Pada kesempatan itu, Kabid Hilda memberikan arahan dan wejangan sekaligus menyemangati para peserta ujian.

Uniknya, ada 2 peserta ujian yang berstatus sebagai Sangadi (Kepala Desa-red), yaitu Yohanes Luminuhe sebagai Sangadi Apengsembeka dan Andreas Demor Sangadi Sompiro.

“Program pemerintah paket C setara SMA ini sangat membantu dalam melanjutkan pendidikan,” kata Sangadi Andreas.

Senada, Sangadi Apengsembeka mengungkapkan bahwa dirinya sangat bersyukur keberadaan lembaga pendidikan kesetaraan di Bolmong Utara.

SPNF SKB Bintauna

“Dengan adanya paket ini kami merasa bangga karena awalnya kami pikir tidak bisa melanjutkan pendidikan lagi. Tapi hari ini buktinya kami bisa sama-sama ikuti ujian,” ujarnya.

Sementara, Kepala SPNF SKB Bintauna Deibby Telew menyebutkan tahun 2023 tercatat ada 240 warga belajar di SPNF SKB Bintauna, masing-masing untuk Paket C 141, Paket B 70 dan Paket A 29 warga belajar.

Serta jumlah tenaga pengajar sebanyak 16 orang berlatar belakang Pendidikan Strata Satu (S1).

Selain itu, dilengkapi dengan sejumlah fasilitas menarik yang menjadi nilai tambah dan daya tarik tersendiri, seperti Taman Bacaan Masyarakat (TBM), serta sejumlah gazebo tempat belajar sambil duduk lesehan. (Dolvin Rivai)