ASUMSI ID, Bolmut – Pasangan Usia Subur (PUS) di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) kurang meminati perencanaan kehamilan dengan alat kontrasepsi jangka panjang. Karena kurang memahami cara penggunaannya.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pengendalian Pendudukan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBP3A) Kabupaten Bolmut Yani Lasama, SKM, saat dikonfirmasi media ini, Selasa (5/7/2022).

“Masih banyak PUS yang belum paham penggunaan kontrasepsi jangka panjang. Sehingga mereka lebih menggunakan kontrasepsi jangka pendek seperti suntik dan pil,” kata Yani Lasama.

Dirinya mengungkapkan bahwa semua alat kontrasepsi yang telah diterima masyarakat khususnya PUS, itu diberikan secara gratis oleh Pemerintah Kabupaten Bolmut.

“Alat kontrasepsi ke masyarakat yang di terima oleh Pasangan Usia Subur baik kontrasepsi jangka panjang dan kontrasepsi jangka pendek, gratis,” ungkapnya.

Menurut Yani, ada beberapa hal yang membuat metode kontrasepsi jangka panjang tak diminati. Salah satunya, sering lupa penggunaan alat tersebut

“Resiko penggunaan kontrasepsi jangka pendek terkadang lupa dalam hal penggunaan sehingga bisa mengakibatkan kehamilan yang tidak direncanakan,” pungkasnya. (Dr)