Bupati Bolmut Lepas 20 Pemuda Pekerja Migran Ke Jepang

oleh -265 Dilihat

ASUMSI.ID | BOLMUT – Bertempat di halaman Kantor Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Rabu (2/11/2022).

Bupati Bolmut Drs. Hi. Depri Pontoh, resmi melepas 20 orang pemuda untuk diberangkatkan ke Negara Jepang sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Acara ini disaksikan oleh Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Bolmut Abdul Muis Suratinoyo, Kabag Prokopimda Bolmut Saeroji dan seluruh orang tua dari calon pekerja tersebut.

Bupati dalam arahannya mengatakan, 20 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ini sudah terpilih dan memenuhi syarat untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke negara Jepang karena sebelumnya telah dilakukan tahapan seleksi.

“Alhamdulillah, Pemerintah Kabupaten Bolmut melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Nakertrans) mengikutsertakan 20 orang sebagai duta Bolmut tenaga kerja di Jepang,” kata Depri Pontoh.

Ini sangat luar biasa, karena dari 97 ribu jiwa  hanya 20 orang yang terpilih dan mereka sudah diberi pelatihan dan pendidikan.

Bupati Bolmut berharap kepada orang tua dan keluarga bisa ikhlas karena mereka telah dibekali ilmu pengetahuan.

“Mereka juga akan dibina kurang lebih selama 2 bulan di Jakarta,” ujar Depri.

Ia juga berpesan kepada 20 orang calon pekerja migran Indonesia dapat menjaga sikap dan disiplin serta patuh terhadap aturan.

“Saya berpesan atas nama Pemerintah Daerah, berangkat dari Indonesia membawa nama baik negara Indonesia, ” ujarnya.

“Selain disiplin kerja, saya berpesan setibanya disana selalu jaga kebersamaan “baku-baku sayang” sampai pulang nanti,” imbuhnya.

Daftar nama-nama pekerja migran asal Kabupaten Bolmut

Dilain sisi, Kadis Nakertrans Bolmut Abdul Muis Suratinoyo menyampaikan, ini berkat kerja sama Pemerintah Kabupaten Bolmut dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Suratinoyo menjelaskan, 20 orang ini terdiri dari dari 11 orang perempuan dan 9 orang laki-laki akan bekerja selama 3 tahun kedepan.

“Namun sebelumnya akan mengikuti pendidikan bahasa Jepang dan budaya Jepang di Jakarta,” tuturnya. (DR)

No More Posts Available.

No more pages to load.