Gong Perdamaian Nusantara Siap Muncul di Kota Bima, Menjadi Simbol Keberagaman Indonesia

Kamis, 5 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Walikota Bima saat menerima pin dari Gong Perdamaian, Rabu (04/10/2023) di Jakarta

Walikota Bima saat menerima pin dari Gong Perdamaian, Rabu (04/10/2023) di Jakarta

JAKARTA, Asumsi.id – Penjabat (Pj) Walikota Bima, Mohammad Rum membawa kabar baik bagi masyarakat Kota Bima, Nusa Tenggara Barat.

Dalam kunjungannya ke Jakarta beberapa hari ini, ia telah mengamankan sponsor untuk proyek istimewa yang akan meningkatkan keberagaman budaya Indonesia.

Mohammad Rum pada Rabu, 4 Oktober 2023 bertemu dengan sponsor yang akan membangun sebuah monumen yang sangat istimewa, yaitu Gong Perdamaian Nusantara.

Gong ini akan menjadi satu-satunya monumen serupa dalam satu provinsi, dan Kota Bima terpilih menjadi tempatnya.

“Alhamdulillah, sore ini saya dikunjungi oleh bu Susi dan Mr. Lee, keduanya berencana membangun Gong Perdamaian Nusantara di Kota Bima,” ujar Mohammad Rum.

Rum juga menjelaskan bahwa mereka akan segera datang untuk melakukan survei lokasi pembangunan.

BACA JUGA  Ibas Pantau MBG Ponorogo Serta Silaturahmi Bersama Babinsa

Menurut Rum, proyek ini akan menjadi tambahan destinasi wisata yang menarik bagi daerah Kota Bima, dan ia meminta doa dari masyarakat agar pembangunan ini berjalan lancar.

“Dengan adanya gong ini, kami ingin memastikan bahwa Kota Bima adalah daerah yang mencintai perdamaian dan menghargai semua bangsa, terutama di Nusantara, tanpa memandang suku atau agama, tetap bersatu dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” jelas Rum.

Rum menambahkan Indonesia, sebagai negara dengan beragam suku bangsa, ras, dan agama, menghadapi tantangan dalam menjaga keberagaman.

Proyek seperti Gong Perdamaian Nusantara menjadi lambang persatuan dan perdamaian dalam keragaman, mengingatkan semua bahwa perbedaan tidak boleh memecah belah bangsa ini.

Proyek ini adalah langkah menuju memperkuat semangat persatuan yang telah dimulai oleh para pemuda pada Sumpah Pemuda tahun 1928, mengingatkan kita akan pentingnya menjaga persatuan dalam keragaman untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

BACA JUGA  Kantongi Surat Tugas Bacalon Bupati Bolmut dari Perindo, Suriansyah Korompot Berpeluang Dapat Restu dari Demokrat

“Gong Perdamaian Nusantara akan menjadi simbol yang menginspirasi semua orang untuk merayakan persatuan dalam keberagaman,” jelasnya.

Proyek Gong Perdamaian Nusantara ini kata Rum juga mencerminkan tekad pemerintah dan masyarakat Kota Bima dalam membangun kota mereka menjadi pusat budaya yang damai dan berpengaruh.

“Dengan pembangunan gong ini, Kota Bima akan semakin menonjol sebagai destinasi wisata yang unik dan menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara,” tambahnya.

Rencana pembangunan Gong Perdamaian Nusantara tidak hanya akan meningkatkan potensi pariwisata Kota Bima, tetapi juga mengirimkan pesan penting kepada seluruh Indonesia dan dunia.

“Pesan itu adalah bahwa persatuan, keragaman, dan perdamaian adalah nilai-nilai yang dijunjung tinggi di seluruh Nusantara, terlepas dari latar belakang suku, agama, atau budaya,” ungkapnya.

BACA JUGA  Komitmen Jaga Lingkungan, Pemkab Sambut baik Investasi di Bolmong Utara

Keberagaman adalah salah satu aset terbesar Indonesia, dan proyek ini adalah bukti konkret bahwa negara ini terus bekerja untuk memperkuat persatuan dalam keberagaman tersebut.

Hal ini tidak hanya akan memperkokoh kesatuan bangsa, tetapi juga membantu menjaga perdamaian di tengah perbedaan.

“Semoga proyek pembangunan Gong Perdamaian Nusantara di Kota Bima berjalan dengan lancar, dan menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain di Indonesia untuk merayakan keragaman dan menjaga persatuan sebagai modal utama dalam membangun masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. **

Facebook Comments Box

Berita Terkait

SK Perangkat Desa Kini Diakui sebagai Dasar Kredit, Pemkab Gorontalo–BSG Resmikan Kerja Sama KSU
Prof. Fory Armin Naway: Gorontalo Berduka, Kehilangan Sosok yang Perduli dan Bersahaja
‎Tradisi Pedang Pora Sambut Kapolres Baru, AKBP Andhika Sampaikan Empat Arahan Utama
SK Perangkat Desa Kini Diakui sebagai Dasar Kredit, Pemkab Gorontalo–BSG Resmikan Kerja Sama KSU
‎Ketua DPRD Boltara Hadiri Prosesi Adat Penyambutan Kapolres Baru dan Pelepasan AKBP Juleigtin Siahaan
‎Pemkab Boltara Gelar Prosesi Adat Penyambutan Kapolres Baru dan Pelepasan Kapolres Lama
Gandeng 28 Kampus, Menteri Nusron Targetkan 14 Ribu Sertipikasi Tanah Wakaf di Sulsel Rampung dalam Satu Tahun
Tinjau Kantah Kota Batam Bersama Komisi II DPR RI, Wamen ATR/Waka BPN Pastikan Pelayanan Pertanahan Berjalan Efisien

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:29

SK Perangkat Desa Kini Diakui sebagai Dasar Kredit, Pemkab Gorontalo–BSG Resmikan Kerja Sama KSU

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:02

Prof. Fory Armin Naway: Gorontalo Berduka, Kehilangan Sosok yang Perduli dan Bersahaja

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:37

‎Tradisi Pedang Pora Sambut Kapolres Baru, AKBP Andhika Sampaikan Empat Arahan Utama

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:09

SK Perangkat Desa Kini Diakui sebagai Dasar Kredit, Pemkab Gorontalo–BSG Resmikan Kerja Sama KSU

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:03

‎Ketua DPRD Boltara Hadiri Prosesi Adat Penyambutan Kapolres Baru dan Pelepasan AKBP Juleigtin Siahaan

Berita Terbaru