Kadiv Propam dan Kompolnas Diminta Usut Sindikat Bisnis Jahat oknum Polri di PT. VDNI dan PT. OSS

Kamis, 19 Januari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan Masa Demo di Kompolnas RI dan Mabes Polri, Terkait Dugaan Dirty Business Oknum Polri di PT VDNI dan PT OSS. (Foto: PJS Ultra)

Ratusan Masa Demo di Kompolnas RI dan Mabes Polri, Terkait Dugaan Dirty Business Oknum Polri di PT VDNI dan PT OSS. (Foto: PJS Ultra)

ASUMSI.ID | JAKARTA – Ratusan masa Aksi yang tergabung dalam Pemuda nusantara menggelar aksi unjuk rasa didepan Mabes Polri dan Kompolnas, para pengunjuk rasa menjelaskan bahwa mereka menduga telah terjadi tindak pidana kejahatan dirty business yang dilakukan oleh oknum Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan Inisial KSB dan MST. Rabu (18/1/2023)

Saat ditemui awak media Ahmad Iswanto menerangkan, Aksi unjuk rasa yang kami lakukan hari ini bertujuan untuk melaporkan ke Kadiv Propam Mabes Polri dan Kompolnas terkait dugaan kuat praktik bisnis jahat yang di lakukan oleh dua oknum Polda Sultra.

Agar segera di proses sesuai prosedur hukum yang berlaku guna tegaknya supremasi hukum di wilayah Provinsi Sultra.

“Kami duga ada 2 oknum anggota Polda Sultra yang berperan sebagai fasilitator dan penadah hasil (jarahan) ilegal minning para penambang pasir ilegal di Desa Besu Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe, yang kemudian dijual kembali ke perusahaan untuk pembangunan smelter PT. VDNI dan PT. OSS.” katanya.

BACA JUGA  Totok Suryanto: Sinergi Polri dan Dewan Pers Kunci Atasi Oversupply Media dan Lindungi Jurnalis

Untuk diketahui isi tuntutan Pemuda Nusantara saat menggelar aksi:

1. Meminta Polri melalui Kadiv Propam Mabes Polri bersama Komisi Kepolisian Nasional Indonesia (Kompolnas) untuk membentuk Tim Khusus pengusutan keterlibatan Oknum Anggota Polri inisial KSB dan MST dalam bisnis Gelap Pembangunan Smelter PT. VDNI dan PT. OSS
2. Memberikan skorsing masa dinas kepada oknum polri inisial KSB dan MST sebagai upaya profesionalitas dalam pengusutan dugaan skandal bisnis gelap dilingkup PT. VDNI dan PT. OSS
3. Memeriksa semua pihak yang terlibat dalam jaringan Oknum Polri inisial KSB dan MST sebagai penada material ilegal pada perusahaan PT. VDNI dan PT. OSS Morosi-Konawe
4. Mendukung Reformasi Polri dalam keterlibatan anggota polri pada bisnis gelap.
5. Meminta Kompolnas untuk aktif terlibat dalam pengawasan dan monitoring keterlibatan oknum kepolisian dalam setiap unit bisnis.

BACA JUGA  Kenali Prosedur dan Syarat Pemisahan Bidang Tanah

Kepala bagian Hubungan masayarakat Mabes Polri AKBP Agus mengatakan, Laporan yang disampaikan oleh pengunjuk rasa akan kami sampaikan kepada Kadiv Propam dan ditujukan pada bagian pengamanan internal (paminal).

“Kami menerima laporan dari rekan – rekan untuk selanjutnya disampaikan ke Kadiv Propam kemudian disampaikan ke paminal, karna melihat laporan rekan-rekan memang ini adalah ranah dan tupoksi dari anggota paminal untuk segera menindaklanjuti laporan yang berkaintan dengan anggota Polri” Tuturnya.

Di tempat terpisah AKBP Ali Purnomo Kepala dvisi Penerimaan dan Analisa Aduan menyampaikan, bahwa laporan yang rekan-rekan serahkan akan segera kami tindak lanjuti bersama Mabes Polri.

“Laporan ini saya terima dan selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan Mabes Polri dan Polda Sultra untuk segera ditindak lanjuti, soal penyelidikin itu ranah Mabes polri namum akan terus kami pantau dengan menjalankan fungsi pengawasan kompolnas terhadap kinerja kepolisian” Ucapnya.

BACA JUGA  Ketum PSI Kaesang Pangarep Dukung Suriansyah dan Ramses di Pilbup Bolmut 2024

Ahmad sapaan akrabnya (red) menambahkan, Gerakan ini akan terus terbangun sampai apa yang kemudian kami laporkan mendapatkan titik terang yang jelas.

“Kami akan terus mengikuti perkembangan laporan yang kami sampaikan tadi dan apabila tidak segera ditindak lanjuti, Maka Kami Pemuda Nusantara akan kembali menggelar aksi akbar sebagai bentuk perlawanan terhadap kejahatan yang dilakukan oleh dua oknum tersebut.” Tutupnya. *

Laporan Tim/PJS

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BLUD UPTD RSUD Boltara Peringati HUT ke-13, Bupati Sirajudin Lasena Hadiri Perayaan
Lulus Ujian CBT Penerimaan Baru, Calon Taruna/i Politeknik Agraria STPN Ikuti Seleksi Lanjutan
Dampingi Presiden Prabowo Panen Raya di Malang, Menteri Nusron: Ketahanan Pangan Butuh Kepastian Hukum Tanah
PERKUAT SINERGITAS ANTAR LEMBAGA: KAPOLRES KOTAMOBAGU LAKSANAKAN SILATURAHMI KE DPRD KOTA KOTAMOBAGU
Lantik 78 Pejabat Struktural, Wamen Ossy: Rotasi dan Promosi Jabatan Bentuk Birokrat yang Adaptif
Bupati Sofyan Puhi Siapkan Perlindungan BPJS Kesehatan bagi 3.013 PPPK Paruh Waktu
Sekda Boltara Tegaskan GTRA 2026 Jadi Langkah Awal Perkuat Kepastian Hukum Pertanahan
Bupati Sofyan Puhi Kembali Ziarahi Makam Rachmat Gobel, Doa dan Penghormatan Tak Pernah Putus

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:33

BLUD UPTD RSUD Boltara Peringati HUT ke-13, Bupati Sirajudin Lasena Hadiri Perayaan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:16

Lulus Ujian CBT Penerimaan Baru, Calon Taruna/i Politeknik Agraria STPN Ikuti Seleksi Lanjutan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:04

Dampingi Presiden Prabowo Panen Raya di Malang, Menteri Nusron: Ketahanan Pangan Butuh Kepastian Hukum Tanah

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:03

PERKUAT SINERGITAS ANTAR LEMBAGA: KAPOLRES KOTAMOBAGU LAKSANAKAN SILATURAHMI KE DPRD KOTA KOTAMOBAGU

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:12

Lantik 78 Pejabat Struktural, Wamen Ossy: Rotasi dan Promosi Jabatan Bentuk Birokrat yang Adaptif

Berita Terbaru