Diduga Keterlibatan WNA China dalam Kegiatan PETI di Bintauna

Rabu, 10 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Lokasi PETI di Desa Huntuk Kecamatan Bintauna Kabupaten Bolmut.

Foto: Lokasi PETI di Desa Huntuk Kecamatan Bintauna Kabupaten Bolmut.

BOLMUT, Asumsi.id – Warga Negara Asing (WNA) asal China akhir-akhir ini terlihat pada Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) yang berlokasi disungai Kilo Meter 20 dari Desa Huntuk, Kecamatan Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Berdasarkan informasi yang dihimpun sejumlah awak media, Rabu, (10/7/2024), keberadaan 2 WNA asal China itu diduga melakukan kegiatan ilegal mining menggunakan alat berat jenis Excapator yang diduga milik dari bos inisial SW alias Eskobar.

Kepala Desa Huntuk Oldy F. Kumolontang saat di konfirmasi membenarkan adanya 2 orang WNA asal China itu. Menurutnya, keberadaan 2 orang asing itu diketahui saat dirinya dan pemerintah Kecamatan Bintauna datang ke Lokasi PETI.

BACA JUGA  DPC Pemerhati Jurnalis Siber Bolmut Hadiri Rapimnas dan HUT Pertama di Pohuwato

“Kemarin itu saya bersama dengan pak Camat ke lokasi mencari keberadaan orang asing yang bekerja di atas karena pak camat ini panitia pengawasan orang asing dan hasil pengawasan mendapati ada 2 orang asing, dan dokumennya telah kami sampaikan ke migrasi. Dan konfirmasi dari migrasi 2 orang ini datang untuk kerja dan alamat pasti mereka itu ada di Ratatotok sebagai alamat tujuan mereka. Dan sekarang mereka tinggal di Desa Bunong,” kata Kumolontang kepada sejumlah wartawan yang datang kerumahnya beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Kumolontang juga mengatakan keberadaan PETI di hulu sungai KM. 20 Bintauna itu telah di sampaikan ke Pemerintah Daerah Bolmut.

“Saya juga sudah komunikasi dengan pak camat dan pak PJ bupati dan pak bupati bilang mereka belum ada ijin. Jadi keberadaan mereka di atas ilegal. Mereka beraktifitas di atas itu tanpa sepengetahuan saya,” katanya.

BACA JUGA  Unjuk Rasa di Kantor Bupati Bolmut: Warga Desak Tutup Tambang Emas Ilegal di Bintauna

Sementara itu Asriadi Lakoro menyesalkan adanya orang asing yang terindikasi mengeksploitasi sumber kekayaan alam Bintauna. salah satu toko pemuda bintauna itu menyesalkan jika hal ini seakan menjadi pembiaran oleh Pemda Bolmut dan APH terkait.

“Sangat disayangkan pemkab dan APH seperti tidak peduli dengan kondisi seperti ini malah seolah tutup mata dan telinga bahkan seolah senyap terhadap aktifitas PETI yang merusak alam Bintauna,” Sesalnya. *

#PETI
Facebook Comments Box

Berita Terkait

Hadiri HUT ke-32 Jemaat GMIBM Komus II Timur, Bupati Boltara Serahkan Bantuan Beras
Bupati Sofyan Tegaskan Navigasi Iman Wajib, Kehadiran ASN Harus Maksimal
Juara Umum MTQ Gorontalo Diraih Tabongo, Ini Daftar Lengkapnya ‎
Pengumpulan Data Yuridis PTSL 2026 di Desa Soligir Berjalan Lancar
Bupati Boltara Canangkan Gerakan Indonesia ASRI, Wajibkan Aksi Bersih 30 Menit Tiap Hari Kerja
Kormi Murung Raya Resmi Dikukuhkan, Wakil Bupati Rahmanto Muhidin Pimpin Organisasi
Tambah Kuota Rumah Subsidi dan BSPS di Sulawesi Utara, Menteri PKP Dorong Kepala Daerah Berinovasi
Bupati Thariq Modanggu Apresiasi Kunjungan Wamen Transmigrasi, Dorong Percepatan Pembangunan Kawasan Transmigrasi

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 18:47

Hadiri HUT ke-32 Jemaat GMIBM Komus II Timur, Bupati Boltara Serahkan Bantuan Beras

Jumat, 10 April 2026 - 14:49

Bupati Sofyan Tegaskan Navigasi Iman Wajib, Kehadiran ASN Harus Maksimal

Jumat, 10 April 2026 - 14:34

Juara Umum MTQ Gorontalo Diraih Tabongo, Ini Daftar Lengkapnya ‎

Jumat, 10 April 2026 - 11:25

Pengumpulan Data Yuridis PTSL 2026 di Desa Soligir Berjalan Lancar

Jumat, 10 April 2026 - 11:07

Bupati Boltara Canangkan Gerakan Indonesia ASRI, Wajibkan Aksi Bersih 30 Menit Tiap Hari Kerja

Berita Terbaru