Kisah Sarjan Hanapi, Mantan Penambang Emas Hijrah jadi Petani Alpokat

Senin, 30 Januari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sarjan Hanapi petani Alpokat.

Sarjan Hanapi petani Alpokat.

ASUMSI.ID | BOLMUT – Manusia memang selalu tak luput dari kesalahan. Seiring berjalannya waktu, berbagai hal di dalam hidup membuat manusia berkembang menjadi pribadi lebih baik.

Mantan Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di berbagai daerah, kini seorang Sarjan Hanapi beralih profesi menjadi petani alpokat sejak tahun 2016. Namun pernah terhenti selama satu tahun kembali bertambang.

Menurutnya, dibanding menjadi penambang emas ilegal, bertani memiliki nilai hidup yang mulia.

Pasalnya, bertani membuat lingkungan menjadi jauh lebih subur, berbeda 360 derajat dengan aktivitas penambangan ilegal yang malah merusak lingkungan.

“2020 saya kembali lagi membudidayakan Avokad. Alhamdulillah hingga saat ini sudah sekitar 400 pohon yang telah ditanam,” ungkap Sarjan saat bertemu media ini, di Kediamannya Desa Talaga, Kec. Kaidipang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Senin (30/1/2023).

BACA JUGA  Bupati Sofyan Puhi Luncurkan Zona Khas di Foodcourt Limboto, Dorong UMKM dan Persiapan Tuan Rumah Pekan Nasional Petani Nelayan XVII

Dirinya menjelaskan jenis bibit yang ditanam merupakan hasil dari persilangan beberapa farietas unggul

“Jadi saya mencoba melakukan beberapa percobaan budidaya advokad, baik melalui persilangan ataupun menggunakan metode sambung dengan menggunakan  entres dari berbagai jenis,” jelasnya.

Dari beberapa percobaan kata Sarjan akhirnya diperoleh bibit yang saat ini sudah mulai berbuah.

“Kemarin ada beberapa buah yang sudah matang, lumayan besar beratnya mencapai 1.5 kg,” beber Sarjan.

Dia juga mengungkapkan dari kalkulasi awal, bertani advokad sangat menguntungkan.

“Kalkulasi awal bertani avokad menguntungkan. Dalam 1 hektar kita bisa mendapatkan untung hingga ratusan juta rupiah,” tuturnya.

Selain untuk ditanam sendiri dirinya juga menyediakan bibit untuk masyarakat yang ingin menanam. “Silahkan yang ingin menanam datang langsung ke saya,” tutupnya. (DR)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemangku Adat Sepakat Anugerahi Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi
ATR/BPN Dekat Permudah Akses Masyarakat Dapatkan Layanan Pertanahan
PKBM Raden Syahid Hadir di Desa Selopuro, Buka Akses Pendidikan Kesetaraan Gratis bagi Masyarakat
‎Buka Kajian Islam Malam Jumat, Sofyan Puhi: Mengajak Kebaikan Butuh Perjuangan
Buka Kongres Nasional ke-V API, Wapres Tekankan Penguatan Toleransi untuk Jaga Persatuan Bangsa
Menaker Ungkap Poin Penting UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang Wajib Diketahui Pekerja
‎URC Resmob Limango Gerak Cepat Tangani Aduan Pengancaman dengan Parang di Pasar Boroko
Tinjau INACRAFT 2026 Youthpreneurs, Wapres Gibran Dukung Produk Kreatif Wirausahawan Muda

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:43

Pemangku Adat Sepakat Anugerahi Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:45

ATR/BPN Dekat Permudah Akses Masyarakat Dapatkan Layanan Pertanahan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:32

PKBM Raden Syahid Hadir di Desa Selopuro, Buka Akses Pendidikan Kesetaraan Gratis bagi Masyarakat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:13

‎Buka Kajian Islam Malam Jumat, Sofyan Puhi: Mengajak Kebaikan Butuh Perjuangan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:16

Buka Kongres Nasional ke-V API, Wapres Tekankan Penguatan Toleransi untuk Jaga Persatuan Bangsa

Berita Terbaru