Kondisi ABPD Bolmong Defisit, Pj Bupati Limi Minta Belikan Mobil Dinas Baru

oleh -526 Dilihat

ASUMSI.ID | BOLMONG – Ditengah kondisi APBD yang defisit, Pejabat (Pj) Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Limi Mokodompit malah gagah-gagahan dengan membeli kendaraan dinas baru.

Informasi yang dihimpun, anggaran untuk pengadaan mobil dinas untuk bupati, diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2022.

Bahkan untuk pembelian mobil dinas, Limi memilih jenis Fortuner tipe terbaru. Anggaran untuk pengadaan mobil dinas tersebut, mencapai Rp 700 jutaan.

Padahal mobil dinas jenis Alphard masih sangat bisa digunakan. Namun
sayangnya, hanya berstatus penjabat Bupati, malah berfikir untuk pengadaan kendaraan dinas dan lebih condong untuk kenyamanan saja, tanpa berfikir untuk kepentingan publik dan kondisi keuangan daerah.

Ironisnya lagi, pengadaan kendaraan dinas di APBD 2022, tak pernah dibahas Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bolmong. Setidaknya ini diakui Anggota Banggar DPRD Bolmong Masri Dg Masengi.

Ketua fraksi Nasdem itu menegaskan, pengadaan mobil dinas cacat prosedur, lantaran tidak pernah dibahas di Badan Anggaran (Banggar).

“Saya katakan itu ilegal. Tidak pernah ada pembahasan apalagi persetujuan Banggar untuk pengadaan mobil dinas,” tegasnya.

Ia menegaskan, pengadaan mobil dinas itu tidaklah tepat. Terlebih pengadaan mobil dinas, berjumlah tiga unit.

“Terinformasi ada tiga unit. Dua unit Fortuner dan satu unit Inova. Kalu fortuner untuk pak Sekda, wajar karena sudah lebih dari Enam tahun menggunakan mobil dinas lama,” tuturnya.

Masri pun mempertanyakan pemanfaatan mobil dinas lama jenis Alphard. Padahal mobil tersebut masih sangat layak.

Begitu juga, pengadaan mobil jenis Inova yang katanya untuk Ketua tim penggerak PKK.

Menurutnya pengadaan mobil dinas belum mendesak. “Saya pastikan, tidak pernah persetujuan di rapat pimpinan maupun banggar untuk pengadaan mobil dinas bupati.

Bukan justru ngotot pengadaan mobil dinas. Apalagi mobil dinas yang digunakan sekarang, masih sangat layak,” ungkapnya.

“Yang dipikiran pejabat harusnya bagaimana agar APBD kita tidak defisit. Bukan justru gagah-gagahan dengan membeli mobil dinas baru,” pungkasnya. (Red*)