ASUMSI.ID | BOLMUT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) melalui Dinas Pertanian menyatakan untuk mengantisipasi kurangnya ketersediaan pupuk bersubsidi, Pemkab Bolmut menganggarkan sekitar 2,7 miliar untuk pupuk non subsidi di tahun 2022.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kabupaten Bolmut Sutrisno Goma, saat dikonfirmasi media ini di ruang kerjanya, Kamis (8/9/2022).

“Memang pupuk bersubsidi tidak bisa mencukupi untuk petani karena kuota kita terbatas. Untuk tahun ini posisi pupuk urea bersubsidi itu ada 1.053 ton dan NPK 400 ton,” kata Sutrisno.

Jadi, lanjut Sutrisno, belum bisa memenuhi kebutuhan petani sawah seluas 5.770 hektar dan ladang sekitar 11.000 hektar di wilayah Bolmut.

Sedangkan untuk pupuk non subsidi kata Kadistan Bolmut, masih tersedia hanya saja harganya sangat berbeda dengan pupuk bersubsidi.

“Kalau pupuk non subsidi itu sebenarnya tersedia, dan itu selalu kami cek di gudang yang ada di wilayah Kecamatan Sangkub stoknya ready terus. Hanya saja petani berharap ada ketersediaan pupuk bersubsidi,” ungkapnya.

Sementara untuk memenuhi ketersediaan pupuk, Pemkab Bolmut melalui APBD tahun 2022 telah menganggarkan pupuk jenis urea dan pupuk NPK.

“Pupuk ini sudah dianggarkan sekitar 2,7 miliar pada APBD induk tahun 2022, namun realisasinya nanti pada APBD perubahan ini karena ada kenaikan harga pupuk maka kami masih melakukan penyesuaian. Alhamdulillah sudah rampung,” pungkasnya. (Dr).