Lanjutan Pembahasan RAPBD 2023, Pangau: “Miris” Gedung MI Gihang

oleh -174 Dilihat

ASUMSI.ID | BOLMUT – Badan Anggaran (Banggar) DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) melanjutkan pembahasan Rancangan APBD Tahun 2023, di ruang rapat DPRD Bolmut, Senin (28/11/2022).

Rapat yang dipimpin oleh Frangky Chendra didampingi Salim Bin Abdullah dan Saiful Ambarak serta Anggaran Banggar. Sedangkan dari TAPD Bolmut dihadiri Jusnan C. Mokoginta dan anggotanya, serta Sekretaris DPRD Victor Nanlessy.

Pantauan asumsi.id, rapat lanjutan Banggar dengan TAPD Bolmut membahas tentang anggaran di Bidang Pendidikan, khususnya di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bolmut.

Terlihat, Pimpinan dan anggota Banggar menyampaikan aspirasi atau kegiatan di masing-masing daerah pemilihan (Dapil).

Seperti yang disampaikan Moh. Abdul Rafiq Pangau, bahwa sumber anggaran dari Dana Alokasi Khusus sekitar 12,6 miliar dibidang pembangunan infrastruktur pendidikan tidak berkeadilan.

Pasalnya, ada beberapa infrastruktur sekolah diwilayah Kecamatan Kaidipang masih perhatian serius dari pemerintah daerah.

Diantaranya, Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Desa Gihang Kecamatan Kaidipang masih membutuhkan perhatian dari pemerintah daerah.

“Sangat Miris, melihat bangunan Sekolah MI yang ada di Desa Gihang, disitu ada 82 siswa dan 1 guru ASN serta 7 guru honorer. Salah satu bangunan sekolah dibangun secara swadaya masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, lanjut Donny, sapaan akrabnya menerangkan juga bahwa sekolah dasar yang ada di Desa Pontak sangat memprihatikan, sudah memakan korban.

“Pagar sekolah di SD Pontak sudah memakan korban siswa di situ. Ini bagaimana? anggaran DAK sebesar itu, tapi tidak ada sedikit pun di wilayah Kecamatan Kaidipang?,” Kesal Donny, juga sebagai Ketua Fraksi PDIP.

Anggota Banggar Mardan Umar, juga mendorong pemerintah daerah melalui TAPD untuk menaikkan anggaran Bantuan Akhir Studi bagi Mahasiswa.

“Selama ini, bantuan akhir studi di Bolmut sangat rendah. Maka, perlu ditingkatkan,” ungkapnya.

Pernyataan itu, dibenarkan oleh salah satu pimpinan rapat, Saiful Ambarak, dimana hal itu diketahui pada saat Reses di wilayah itu pada beberapa waktu yang lalu.

Untuk itu, Ambarak berharap, anggaran khusus di bidang pendidikan harus ada pemerataan diwilayah 6 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bolmut.

“Belanja urusan pendidikan harus ada pemerataan dan berkeadilan. Khususnya di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bolmut,” ujarnya.

Sementara, Sekda Bolmut Jusnan C. Mokoginta, menjelaskan, ada usulan yang disampaikan dari anggota dewan agar dimasukan dalam RAPBD 2023, sebelum diplenokan dan paripurnakan.

“Intinya, DPRD minta perhatian, (pemda) Bolmut minta perhatian khusus di bidang pendidikan. Nanti kita evaluasi lagi mana kegiatan yang belum di prioritaskan,” kata Jusnan.

Diketahui, rapat tersebut di skorsing, dan akan dilanjutkan pada besok hari, Selasa (29/11), pukul 10.00 wita. (Dolvin)

No More Posts Available.

No more pages to load.