NILAI RAPORT SBY 7, JOKOWI 8

oleh -72 Dilihat
Supriyanto, Anggota DPR RI (Foto/Muh Nurcholis)

ASUMSI.ID | PONOROGO – Pernyataan AHY dalam Rapimnas Partai Demokrat beberapa minggu lalu, yang menyatakan bahwa pemerintahan Jokowi hanya sebatas gunting pita untuk proyek infrastruktur pada periode pertama pemerintahan-nya. Menurut AHY program tersebut telah direncanakan, dianggarkan, dan sebagian telah dilaksanakan pada zaman pemerintahan SBY. Pernyataan tersebut mendapatkan tanggapan yang beragam.

Kali ini, politikus Partai Gerindra, dan anggota DPR RI dari Dapil Jawa Timur 7, asal Bumi Reyog Ponorogo, Supriyanto ikut angkat bicara terkait pernyataan AHY tersebut. Supriyanto menegaskan bahwa pendapatnya ini merupakan pendapat pribadi.

Dalam menyampaikan pandangannya terhadap kinerja Pemerintahan SBY dan Jokowi, didasarkan atas beberapa kriteria:

Pertama karakter kepemimpinan. Karakter kepemimpinan kedua-nya cukup kuat. Namun kepemimpinan Jokowi terkesan lebih kuat.

Kedua: Kematangan dan kecepatan dalam mengambil keputusan. Dalam mengambil keputusan keduanya cukup matang, namun Jokowi terkesan lebih cepat di dalam membuat keputusan.

Ketiga: Kemampuan menghadapi problem, dan persoalan bangsa. Kemampuan keduanya cukup berimbang. Namun Jokowi terkesan lebih lugas dan tegas.

Ke-empat: Dalam bidang komunikasi publik. Keduanya punya komunikasi publik yang cukup baik dan matang. SBY melakukan komunikasi dengan cukup baik, santun, dengan kalimat yang teratur. Jokowi cukup komunikatif, dan banyak turun langsung ke masyarakat.

Ke-lima: Komunikasi dan kerja sama Internasional. Dalam bidang ini kemampuan kedua-nya cukup berimbang, namun pak SBY kelihatannya lebih komunikatif.

Ke-enam: Bidang ekonomi. Kedua-nya mempunyai capaian yang tidak jauh berbeda, keduanya cukup berprestasi dalam bidang ekonomi.

Ke-tujuh: Bidang penegakan hukum. Dalam Bidang ini keduanya punya prestasi yang tidak jauh berbeda.

Ke-delapan: Bidang pembangunan infrastruktur. Untuk bidang ini Presiden Jokowi sangat sukses dengan capaian yang sangat spektakuler.

Sebagai contoh: pembangunan bendungan sampai tahun 2024 ditargetkan mencapai lebih dari 35 bendungan, pembangunan bandara lebih dari 28 bandara, pembangunan pembangkit listrik cukup berhasil, pembangunan jalan tol lebih dari 1.500 km dalam kurun waktu 7 tahun masa pemerintahan Jokowi. Pada jaman SBY pembangunan bendungan, bandara, pembangkit listrik capaiannya sebanding dengan pemerintahan Jokowi.

Namun untuk pembangunan Jalan Tol pada masa kepemimpinan SBY hanya mampu mencapai kurang lebih 190 km, dalam hal ini capaian SBY tertinggal jauh dengan capaian selama 7 tahun pemerintahan Jokowi.

Ke-sembilan: Pembangunan di tingkat pedesaan. Lahirnya UU Nomer 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang disahkan pada jaman pemerintahan SBY, telah mendorong percepatan pembangunan desa di seluruh Indonesia.

Kinerja Presiden Jokowi dalam memenuhi amanat undang undang tersebut, khususnya yang terkait dengan Dana Desa Presiden Jokowi cukup berhasil dengan ekselerasi yang cepat, sehingga pembangunan di tingkat pedesaan di seluruh Indonesia, dapat dilihat dan dirasakan oleh masyarakat.

Ke-sepuluh: Bidang administrasi pertanahan dan bidang administrasi kependudukan. Dalam bidang administrasi pertanahan kinerja pemerintahan Jokowi lebih berhasil dibanding dengan kinerja pemerintahan SBY, utamanya dalam hal penerbitan sertifikat tanah untuk masyarakat, untuk bidang administrasi kependudukan dan catatan sipil kinerja presiden Jokowi lebih baik dari pada era pemerintahan SBY.

Dari pandangan di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja SBY maupun Jokowi cukup berhasil dalam mengelola pemerintahan dengan segala kelebihan dan kekurangan masing masing. Namun seandainya diperkenankan untuk memberikan penilaian dalam bentuk angka, saya akan memberikan nilai untuk Pak SBY dengan angka 7 sedangkan Pak Jokowi akan saya beri nilai dengan angka 8. (Muh Nurcholis)

No More Posts Available.

No more pages to load.