ASUMSI.ID, Bolmut – Dampak sulit dan mahalnya pupuk subsidi menuai aksi unjuk rasa dari Gabungan Pemuda Paku Bersatu (Gempur), di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Senin (18/7/2022).

Pasalnya, disebut Herman Ponamon salah satu orator massa aksi Gempur menyampaikan mengalami kelangkaan dan terindikasi penjualan pupuk melebihi Harga Enceran Tertinggi (HET) di wilayah Kabupaten Bolmut.

Menurutnya, kondisi ketersediaan pupuk bersubsidi di Bolmut khususnya di Desa Paku bersatu, banyak dikeluhkan oleh para petani karena sulit didapatkan.

“Kami turun ke sini untuk menyuarakan aspirasi dari masyarakat atau petani yang ada di Desa Paku bersatu terkait dengan kelangkaan pupuk dan juga harga pupuk yang terindikasi penjualanya melebihi Harga Enceran Tertinggi,” Ujar Herman.

Dirinya mengungkapkan, saat ini di Desa Paku bersatu ada sebagian petani telah melakukan pembayaran pupuk bersubsidi namun hingga saat sekarang pupuk tersebut belum sampai ke tangan petani.

“Sebagai petani telah membayarkan secara online untuk pupuk, namun sampai hari ini tidak pernah ada pupuk itu. Kami mencurigai ada indikasi pembagian pupuk yang tidak merata,” Ungkapnya.

Selain masalah kelangsungan pupuk, Herman juga menyebutkan permasalahan lain yaitu pembagian bibit jagung, dimana kata Herman pada tahun 2021 dari 14 kelompok tani diwilayah itu, hanya 2 kelompok tani yang menerima bantuan bibit jagung.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bolmut Sutrisno Goma menjelaskan bahwa beberapa bulan terakhir ini terjadi lonjakan harga pupuk. Sehingga berdampak pada pemberian pupuk kepada kelompok tani.

“Anggaran pupuk tahun ini kurang lebih 2,8 M melalui APBD Bolmut tahun 2022 ini. Namun dalam perjalanannya waktu sejak Januari hingga Juni kemarin terjadi kenaikan harga sehingga belum bisa diproses,” jelasnya.

Dirinya mengatakan jenis pupuk yang akan diadakan yaitu pupuk urea dan pupuk NPK. Dai itu akan kami salurkan secara merata di setiap desa.

Pantauan media ini, puluhan personil Polres Bolmut turut mengawal massa aksi tersebut. (Dolvin)