Profil Kusbini, Pencipta Lagu Bagimu Negeri

Sabtu, 18 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Raden Kusbini, Pencinta Lagu Bagimu Negeri (Sumber foto: id.m.wikipedia.org)

Raden Kusbini, Pencinta Lagu Bagimu Negeri (Sumber foto: id.m.wikipedia.org)

NASIONAL – Kusbini yang memiliki nama lengkap Raden Kusbini lahir di Desa Kemlagi, Mojokerto, Jawa Timur pada tanggal 1 Januari 1910. Ia berprofesi sebagai musisi dan pencipta lagu.

Dilansir dari wikipedia.org, Ia adalah tokoh musik keroncong era 1930 – 1955 yang legendaris. Pada era sekitar tahun 1937 – 1942, ia aktif dalam menyanyi dan bermain musik keroncong bersama Annie Landouw, S. Abdoellah, Gesang.

Bagimu Negeri adalah judul lagu perjuangan yang diciptakan Kusbini pada tahun 1942 dan merupakan lagu wajib perjuangan serta ditetapkan sebagai lagu Nasional Indonesia pada tahun 1960.

Pada masa Hindia Belanda, ia menuliskan kembali (transkrip) lagu keroncong Telomoyo, Moresko, Nina Bobo, dll. Namun juga mencipta lagu Kr. Purbakala.

Pada tahun 1945–1952, ia menciptakan lagu perjuangan bersama C.Simanjuntak, Ismail Marzuki, L. Manik, dll. Pada tahun 1950, ia kemudian bekerja di P&K Yogyakarta untuk urusan musik.

BACA JUGA  Menteri Nusron Tinjau Kantah Kabupaten Aceh Tamiang Pascabencana Hidrometeorologi Sumatera 2025

Ia juga merupakan tokoh pendiri SMINDO 1954 (Sekolah Musik Indonesia Yogyakarta milik Pemerintah yang kemudian menjadi AMI dan ISI Yogyakarta).

Selain itu, ia mendirikan SOSI (Sekolah Olah Seni Indonesia) yang sekarang diasuh dan diteruskan oleh anak-anaknya.

Lagunya “Bagimu Negeri” merupakan lagu wajib perjuangan yang diciptakannya pada tahun 1942 dan ditetapkan sebagai lagu nasional pada tahun 1960.

Awal penciptaan lagu tersebut bermula ketika Kusbini bertemu dengan Bung Karno yang bertanya padanya mengenai gagasan menciptakan sebuah lagu perjuangan dan saat itu juga Kusbini langsung menyetujuinya.

Kusbini mengartikan “Negeri” sebagai Negara (Neg), ia sengaja menyelubungkan pesan perjuangan ini karena Jepang tidak menyukai segala hal yang berhubungan dengan perjuangan kemerdekaan.

Sebelum dikumandangkan secara resmi, lagunya itu mengalami perubahan syair beberapa kali kemudian Ibu Sud menyanyikannya untuk pertama kali melalui Hoso Kanri Kyoku.

BACA JUGA  Prabowo Instruksikan Efisiensi Anggaran Rp306 Triliun, Otoritas IKN dan Kementerian PU Terkena Pemangkasan Terbesar

Pada tahun 1978, Kusbini digugat oleh J. Semadi yang mengaku sebagai pencipta lagu Padamu Negeri. Saat itu, Kusbini dituduh membajak.

Perkara ini sempat menimbulkan suasana rumit (polemik) di pengadilan, tetapi akhirnya berakhir dengan kemenangan Kusbini.

Sebelumnya, Pada tahun sekitar 1952 – 1956, pihak RRI (Radio Republik Indonesia) menyelenggarakan Pemilihan Bintang Radio dan juga Lagu Keroncong, ia memenangkan pemilihan lagu keroncong, yaitu Kr. Pastoral.

Dimasa – masa tuanya Kusbini menulis beberapa buku, antara lain:

1. Kumpulan lagu – lagu keroncong Indonesia
2. Sejarah seni musik keroncong Indonesia
3. Biktat gitar
4. Diktat vokal
5. Teori musik
6. Diktat viool, dan
7. Pelajaran bass

Disamping hal tersebut beberapa penghargaan yang diterima yaitu:

1. Pembina Musik Keroncong Indonesia (P dan K tahun 1972)
2. Medali Arati Bayangkara (dari Korwil II, tahun 1976)

BACA JUGA  Penyusunan Rencana Aksi Reformasi Birokrasi, Sekjen Kementerian ATR/BPN: Tingkatkan Capaian Indeks 2025

Memang tidak banyak yang tahu tentangnya, sehingga ia meninggal tidak banyak yang tahu jasanya sebagai tokoh musik di Indonesia dan penulis buku terutama yang menyangkut tentang musik.

Kusbini meninggal pada tanggal 28 Februari 1991 (umur 81), Yogyakarta, Indonesia. Setelah ia meninggal Pemda Yogyakarta memberi nama Jl. Jetishardjo menjadi Jl. Kusbini.

Namanya kini diabadikan di Bandar Udara Internasional Raden Kusbini, Pandeglang. Dan ada sebuah patung Raden Kusbini di dekat Bandara Internasional Raden Kusbini, Pandeglang.

Lirik lagu Bagimu Negeri:

Padamu negeri kami berjanji
Padamu negeri kami berbakti
Padamu negeri kami mengabdi
Bagimu negeri jiwa raga kami

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Buka Kongres Nasional ke-V API, Wapres Tekankan Penguatan Toleransi untuk Jaga Persatuan Bangsa
Menaker Ungkap Poin Penting UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang Wajib Diketahui Pekerja
Tinjau INACRAFT 2026 Youthpreneurs, Wapres Gibran Dukung Produk Kreatif Wirausahawan Muda
Hadiri HUT ke-81 TNI, Wamen Ossy: Perjalanan Panjang Pengabdian dalam Menjaga Kedaulatan Bangsa
Lewat Layanan Pengukuran Terjadwal, Masyarakat Bisa Tentukan Waktu Pengukuran secara Pasti
‎Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit Prabowo
‎Prabowo dan Gibran Hadiri Upacara di Lubang Buaya, Museum Kesaktian Pancasila Diresmikan
Bantu PPAT dalam Manajemen Waktu, PERINTIS 10 Hari Bawa Manfaat bagi Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:16

Buka Kongres Nasional ke-V API, Wapres Tekankan Penguatan Toleransi untuk Jaga Persatuan Bangsa

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:52

Tinjau INACRAFT 2026 Youthpreneurs, Wapres Gibran Dukung Produk Kreatif Wirausahawan Muda

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:55

Hadiri HUT ke-81 TNI, Wamen Ossy: Perjalanan Panjang Pengabdian dalam Menjaga Kedaulatan Bangsa

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:43

Lewat Layanan Pengukuran Terjadwal, Masyarakat Bisa Tentukan Waktu Pengukuran secara Pasti

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:04

‎Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit Prabowo

Berita Terbaru