ASUMSI.ID – Indonesia saat ini sedang melakukan transisi dari pandemi Covid-19 menjadi endemik. Ternyata, selain Covid-19, masih ada ancaman yang sangat nyata bagi Indonesia pada masa depan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, salah satu hal yang sedang dibahas dan menjadi persoalan pelik di dunia yaitu perubahan iklim atau climate change.

“Ini akan menjadi risiko yang nyata karena kebetulan waktu kita bicara tentang Indonesia 2045, kita akan bicara tentang time line climate change,” kata Sri Mulyani Indrawati, dilansir dari CNBC Indonesia, Minggu (17/7/2022) malam.

Menurutnya, jika Indonesia dan negara di dunia tidak bisa menciptakan nol emisi karbon (net zero emission) pada periode 2040-2050, dampaknya sangat besar dan bisa menjadi bencana.

Adapun dampak yang bisa ditimbulkan dari perubahan iklim adalah peningkatan suhu bumi yang saat ini sudah mulai terasa. Dampak ini akan sangat nyata terjadi bagi Indonesia yang juga bisa dilihat dari laporan Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (Intergovernmental Panel on Climate Change/IPCC).

“Dalam laporan IPCC mengenai masalah dampak climate change di kawasan south Asia, Indonesia jadi salah satu negara yang dilihat akan mengalami dampak yang luar biasa dari mulai pemanasan yang bisa menjadi kebakaran hutan hingga banjir yang bisa melanda kota-kota di Indonesia termasuk dalam hal ini kenaikan permukaan laut,” kata dia.

Bendahara negara ini menjelaskan, dampak buruk ini bisa dialami Indonesia karena dipengaruhi bentuk geografisnya sebagai negara kepulauan. Sehingga langkah mitigasi harus dilakukan sejak dini.

“Ini menjadi masalah relevan, dimensi sosial ekonomi dan tentu saja dari dimensi finansial dan politik. Ini isu yang akan menjadi salah satu tantangan besar yang perlu menjadi perhatian dan policy-nya perlu disiapkan,” jelasnya. (*)