BOLMUT, Asumsi.id – Tim Penilai Pencegahan Stunting Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melakukan Verifikasi Lapangan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Selasa (7)6/2022).

Kedatangan tim verifikasi disambut oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bolmut dr. Jusnan Calamento Mokoginta, MARS, Anggota Komisi 1 (satu) DPRD Bolmut Husen Yahya Suit Pontoh, Staf Khusus Bupati dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkup Pemerintah Kabupaten Bolmut, pemerintah Kecamatan dan Desa serta unsur terkait.

Tim penilai sebanyak 6 orang yaitu Dr. Valentino Lumowa, Ciko Warouw, S.Kom, Yesaya Sahelangi, S.STP, Fauzul Bajeber (dari Dinkes), Donny S.L. Koencoro, SH, MH (dari Kemenag), Dr. Jeany Winokan, MAP (dari BKKBN).

Sekda Bolmut mengatakan bahwa tim penilai mengunjungi desa Bolangitang dan desa Saleo satu, yang menjadi lokus Stunting di wilayah Kecamatan Bolangitang Barat dan Bolangitang Timur.

“Sore hari ini kami berada di Desa Bolangitang induk dalam rangka mendampingi tim penilai Stunting dari Provinsi,” Kata Jusnan Mokoginta.

Lebih lanjut kata Sekda, tim dari provinsi ini ingin melakukan peninjauan langsung untuk melihat kondisi anak-anak stunting yang ada di Kabupaten Bolmut.

“Telah kita ketahui bersama bahwa Bolmut sudah melakukan persentase dan hari ini kita melakukan klarifikasi. Tentu Stunting di Bolmut ini adalah kerja kita semua melibatkan banyak stackholder terutama dari legislatif, dari anggota dewan, dari pimpinan dewan dan instansi terkait,” ungkapnya.

Ia pun berharap, “Dan mudah -mudahan hasil dari verifikasi betul-betul menjadi dasar kita untuk lebih menegaskan bahwa Bolmut sudah dalam on the track penanganan Stunting yang tadinya tertinggi 43 persen empat tahun lalu, sekarang menjadi 1,61 persen,” imbuhnya.

Ditempat yang, Anggota DPRD Kabupaten Bolmut Husen Yahya Suit Pontoh yang juga anggota Komisi 1 (Satu) yang membidangi kesehatan menuturkan bahwa DPRD Bolmut bersama Pemerintah daerah telah berkomitmen menuntaskan kasus Stunting di Kabupaten Bolmut.

“Lembaga DPRD akan dan sudah berkomitmen untuk sinergitas membangun komunikasi dengan pemerintah daerah melibatkan stackholder, seluruh elemen tingkat Kabupaten sampai ke desa-desa dan masyarakat. Terutama untuk hal-hal yang rentan Stunting, hal-hal yang beresiko Stunting,” ujarnya.

Politisi PPP Bolmut ini juga mengenaskan bahwa turunnya kasus stunting di Bolmut adalah hasil dari komitmen legislatif dan eksekutif serta masyarakat Bolmut.

“Tujuan kami sudah berusaha dan Insya Allah sudah terbukti penekanan tentang stunting itu sampai saat ini sudah 1,61 persen sebelumnya 40 an persen,” tuturnya.

Sementara itu kordinator tim penilai Dr. Valentino Lumowa, mengungkapkan pihaknya melakukan penilaian pada setiap daerah yang menjadi lokus stunting di provinsi Sulut itu terdiri dari beberapa tahapan diantaranya persentase dan verifikasi lapangan.

“Dalam proses penilaian ini kita melakukan penilaian yang bertahap, yang pertama kita melakukan penilaian awal dan sesudah itu ada proses penilaian dari presentasi dan yang ketiga adalah penilaian verifikasi lapangan dari tim provinsi datang kesini,” kata Valentino.

“Kami datang kesini untuk melaksanakan tahap penilaian yang ketiga tersebut. Nanti setelah ini akan ada proses mengelola nilai itu dan kemudian akan menyandingkan nilai itu dari teman-teman yang pergi ke Kabupaten lokus stunting lain,” jelasnya.

Kemudian, kata Valentino, “Disana akan menghasilkan penilaian akhir yang akan disahkan berdasarkan SK Gubernur,” tambahnya.

Dikesempatan itu pula, Valentino Lumowa menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan masyarakat Bolmut.

“Dalam proses ini kami juga menyampaikan apresiasi yang luar kepada Kabupaten Bolmut untuk komitmen dan keseriusannya melihat bahwa Stunting ini bukan hanya masalah sepele ini adalah masalah jika dihubungkan dengan komitmen kita melahirkan generasi emas di tahun 2045 ini adalah sebuah keputusan strategis dan indahnya ini adalah bahwa Kabupaten melihat ini adalah prioritas,” ujarnya.

Selain itu, “Kita lihat juga keseriusan pemimpin daerah, dalam hal ini kehadiran Pak Sekda yang membantu kami melayani kami juga dan melancarkan seluruh proses ini sehingga bahkan sampai saat ini kami masih berada di Saleo satu, untuk mendengarkan presentasi dari pak Sangadi yang mampu mengurai begitu luar biasa bagaimana Mairu Molihuto Stunting itu secara implementatif kelihatan jelas dan lugas,” imbuhnya.

Pantauan media ini, selain mengunjungi desa lokus stunting tim penilai pencegahan stunting dari Provinsi Sulut juga menyerahkan sejumlah bantuan barang berupa alat pembuatan kue kepada kelompok perempuan di wilayah tersebut. (Dolvin)