ASUMSI.ID, Bolmut – Pelayanan di Puskesmas Ollot, Kecamatan Bolangitang Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dikeluhkan masyarakat khususnya pasien yang datang berobat di fasilitas kesehatan tersebut.

Warga mengeluhkan lantaran Tenaga Kesehatan di Puskesmas tersebut minim pelayanan, bahkan para petugas medis tidak melayani pasien yang datang terkesan tidak peduli.

Keluhan warga tersebut, dalam sebuah status di media sosial Facebook itu diketahui di unggah oleh akun facebook yang bernama Mandjurungi Irfandi Mandjurungi, pada Kamis (7/7/2022).

Dia menuliskan, bahwa Puskesmas begitu besar dibuat oleh negara untuk melayani masyarakat yang datang berobat tapi tidak di layani. Sehingga Mandjurungi, meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bolmut untuk mengawasi pegawai di Puskesmas tersebut.

Foto: Tangkapan Layar (Screenshot) pada status akun Facebook bernama Mandjurungi Irfandi Mandjurungi, Kamis (7/7).

Disamping itu, pihaknya juga mengajukan protes kepada pihak Puskesmas lantaran dia mendapati Puskesmas Ollot menjadi tempat hiburan hari ulang tahun yang diduga salah satu petugas Nakes. Hal itu, menambah catatan buruk bagi pelayanan di Puskesmas.

Foto: Tangkapan Layar (Screenshot) pada status akun Facebook bernama Mandjurungi Irfandi Mandjurungi, Kamis (7/7).

Akun facebook Mandjurungi Irfandi Mandjurungi tersebut juga memposting dua foto Puskesmas Ollot pada kondisi malam hari, serta menyebutkan bahwa Puskesmas Ollot hanya menjadi tempat hiburan hari ulang tahun.

Foto: Tangkapan Layar (Screenshot) pada status akun Facebook bernama Mandjurungi Irfandi Mandjurungi, Kamis (7/7).

Media ini, pada Jumat (8/7) sore tadi mencoba menghubungi pemilik akun Mandjurungi Irfandi Mandjurungi itu, dirinya mengaku berada di Desa Paku Selatan.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Ollot, Fera Djafar, saat dikonfirmasi media terkait keluhan warga di media sosial akun Facebook atas nama Mandjurungi Irfandi Mandjurungi, dirinya mengungkapkan bahwa pihaknya selalu melayani masyarakat yang berada diwilayah kerja Puskesmas tersebut. Tak terkecuali seorang anak yang luka memar tersebut.

“Jadi awalnya datang seorang ibu membawa cucunya yang luka memar di kaki dan sudah diperban. Pada saat itu para perawat sudah kembali, tinggal beberapa orang pegawai. Walaupun Puskesmas Ollot statusnya Puskesmas rawat jalan, petugas kami yang ada berupaya melayani pasien itu, cuma karena anak itu terus meronta-ronta dan menangis terus. Melihat kondisi luka anak itu sering keluar darah terus jadi diarahkan ke Puskesmas Bolangitang untuk penanganan lebih lanjut dan maaf ya, bukan kami tolak dan ibu bersama anak itu langsung ke Puskesmas Bolangitang,” kata Fera Djafar, saat dikonfirmasi media ini di Puskesmas Ollot, pada Jumat (8/7/2022) sore.

Lebih lanjut Fera menjelaskan, “Setelah beberapa jam kemudian datanglah seorang bapak yang menanyakan kalau ada pasien anak bersama ibunya yang datang berobat. Petugas kami langsung menjelaskan tadinya sudah dilayani namun mengingat harus ditangani lebih lanjut jadi sudah di arahkan ke Puskesmas Bolangitang,” jelas Kapus Fera.

“Kalau ada suara musik itu, kan setiap hari Senin-Kamis pagi ada program senam lansia di Puskesmas Ollot dan bukan sore hari,” terangnya.

Iapun berharap, masyarakat yang berada diwilayah kerja Puskesmas Ollot menghimbau jika ada warga yang merasa kurang puas dalam pelayanan Puskesmas Ollot diminta langsung datang ke Puskesmas dan bukan membuat status di media sosial. (DR)