BOLTARA, Asumsi.id — Usai memimpin apel bersama dalam rangka peringatan Hari Desa Nasional (HARDESNAS) Tahun 2026 tingkat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Bupati Sirajudin Lasena, menyerahkan Kartu Lisensi K3 Operator dan Surat Keterangan sebagai Operator K3 Excavator kepada peserta yang dinyatakan lulus pembinaan dan sertifikasi.
Lisensi tersebut diterbitkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Bupati Sirajudin, dalam dalam kesempatan itu menyatakan bahwa sertifikasi K3 sangat penting dalam menciptakan tenaga kerja yang profesional dan berdaya saing.
“Sertifikasi ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi jaminan kompetensi dan keselamatan kerja. Saya berharap para operator dapat bekerja sesuai standar, mengutamakan keselamatan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” ujar Bupati.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Boltara, Abdul Muis Suratinoyo, menyampaikan bahwa sebanyak 16 peserta telah mengikuti dan dinyatakan lulus pembinaan serta sertifikasi Operator K3 Excavator.
Pembinaan dan sertifikasi tersebut dilaksanakan pada 3 hingga 6 November 2025 oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Boltara bekerja sama dengan PT Delta Indonesia Pranenggar.
”Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal di bidang pengoperasian alat berat sekaligus memastikan penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja di lapangan,” ujarnya.
Adapun 16 peserta yang menerima Kartu Lisensi K3 Operator Excavator, yakni:
1. Ramlan Z. Pontoh, Bolangitang Timur
2. Suprianto Abdul Wahab, Sangkub
3. Jibran Dangi, Sangkub
4. Mohamad Reza Pontoh, Bolangitang Barat
5. Rangga Hidayatullah Siddik, Pinogaluman
6. Mohamad Riski Yarbo, Kaidipang
7. Nuriman Gumohung, Kaidipang
8. Mario Alfredo Lintong, Bintauna
9. Said Alkatiri, Kaidipang
10. Wahyudi Supu, Bolangitang Timur
11. Try Hardiansya Aku, Bolangitang Barat
12. Sakina Megawaty Frans, Bintauna
13. Wawan Patadjenu, Kaidipang
14. Doni Ketjil, Bolangitang Timur
15. Muhaimin Bukoting, Pinogaluman
16. Syafii Datuela, Bolangitang Barat







