BOLTARA, Asumsi.id – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Alkhairaat Boroko menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang diselenggarakan Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM), Senin (12/10/2026), dengan mengusung tema “Memimpin dengan Iman, Bergerak dengan Integritas, Menginspirasi dengan Aksi.”
Kegiatan tersebut menjadi wadah pembinaan karakter sekaligus menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, tanggung jawab, dan integritas kepada para siswa sebagai calon pemimpin masa depan.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Achmad Modeong, S.Ag., M.Pd., Kepala Yayasan MTs Alkhairaat, Ketua Komite MTs Alkhairaat Boroko, serta jajaran madrasah.
Kepala MTs Alkhairaat Boroko, Rikson Mokodompis, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh undangan yang telah meluangkan waktu menghadiri kegiatan tersebut.
Ia berharap seluruh rangkaian LDKS dapat terlaksana dengan baik sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia.
Dalam kesempatan itu, Rikson juga menyampaikan perkembangan jumlah peserta didik MTs Alkhairaat Boroko yang saat ini tercatat sebanyak 198 siswa.
Selain itu, ia menyinggung berbagai polemik yang belakangan berkembang, baik di tingkat lokal maupun nasional, yang turut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama, khususnya dalam membangun tanggung jawab terhadap pendidikan anak.
Ia mengimbau seluruh wali murid agar terus memperkuat kerja sama dengan pihak Madrasah dan tidak saling menyalahkan dalam menghadapi berbagai persoalan pendidikan.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kemenag Boltara, Achmad Modeong, S.Ag., M.Pd., yang hadir mewakili Kepala Kantor Kemenag Bolaang Mongondow Utara, sekaligus membuka kegiatan LDKS secara resmi.
Dalam arahannya, Achmad menekankan pentingnya kegiatan tersebut sebagai bagian dari proses pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan peserta didik.
Menurutnya, LDKS merupakan salah satu sarana untuk memberikan dorongan kepada siswa agar kelak mampu tumbuh menjadi calon-calon pemimpin yang memiliki tanggung jawab.
Ia pun mengajak seluruh peserta mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan sungguh-sungguh sehingga pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari. (*)







