‎​Geram! Utus Peserta MTQ Minim, Bupati Gorontalo Instruksikan Sekda Undang Camat Terkait dan Siapkan Surat Pengunduran Diri

Senin, 6 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LIMBOTO, Asumsi.id – Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, meluapkan kekecewaannya saat membuka gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Gorontalo tahun 2026, semalam. Kemarahan Bupati dipicu oleh minimnya jumlah delegasi atau kafilah dari sejumlah kecamatan, serta absennya para camat dalam seremoni pembukaan tersebut.
‎
‎​Bupati Sofyan menyoroti adanya kecamatan yang hanya mengutus kurang dari lima peserta. Salah satu yang menjadi sorotan tajam adalah Kecamatan Tibawa, yang tercatat hanya mengirimkan tiga orang perwakilan untuk berkompetisi di ajang religius bergengsi tersebut.
‎​
‎​Di atas podium, Instruksi Tegas kepada Sekda dengan nada bicara yang tegas dan terlihat geram, Bupati langsung memberikan instruksi khusus kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gorontalo untuk memanggil para camat yang dinilai tidak serius mendukung syiar Islam di wilayahnya.
‎
‎​”Tolong Pak Sekda, kecamatan yang mengutus kurang dari lima peserta, camatnya diundang besok. Siapkan surat pengunduran diri!” tegas Bupati Sofyan di hadapan tamu undangan dan peserta MTQ.
‎​
‎​Kekecewaan Bupati kian memuncak saat mengetahui bahwa camatnya bahkan tidak hadir dalam acara pembukaan, Menurutnya, sikap tersebut menunjukkan kurangnya kepedulian terhadap program penguatan sumber daya manusia yang religius.
‎
‎​”Pembukaan saja tidak hadir, menyedihkan ini,” lanjutnya dengan nada kecewa.
‎
‎​Ia mengingatkan kembali bahwa salah satu pilar utama dalam visi-misi kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Tonny Junus adalah membangun masyarakat Kabupaten Gorontalo yang Beragama, ​Berbudaya, ​Berkemajuan dan Berkelanjutan.
‎
‎​Bupati menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar perlombaan rutin tahunan, melainkan instrumen penting untuk mewujudkan masyarakat yang religius.
‎
‎Oleh karena itu, rendahnya partisipasi dari tingkat kecamatan dianggap sebagai bentuk kegagalan koordinasi dan rendahnya komitmen pimpinan wilayah dalam menyukseskan visi daerah.(*)

BACA JUGA  Tingkatkan Peran Masyarakat Dalam Pendidikan di Era Digital, DP Ponorogo Gelar Sosialisasi
Facebook Comments Box

Berita Terkait

800 Pramuka Penegak se-Gorontalo Ikuti Kemah Satya Tunas 2026 di Limboto
Kantor Pertanahan Boltara Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Perkuat Semangat Persatuan dan Pelayanan
‎Kapolres Boltara Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Tekankan Patriotisme dan Kepedulian Generasi Muda
‎Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Sekda Boltara Serahkan Bansos Pendidikan dan Bencana
Tonny Junus: Penanggulangan Kemiskinan Harus Tepat Sasaran, Bukan Sekadar Serapan Anggaran
‎Bumi Perkemahan Bongohulawa Bergemuruh: Ratusan Pramuka Penegak Gorontalo Awali Petualangan di Kemah Satya Tunas 2026
Jaga Keamanan Aset, Dirjen SPPR Imbau para Pemilik Tanah untuk Pasang Patok Tanda Batas
Menaker Paparkan Penguatan Regulasi Pelindungan Pekerja di Forum Asia Pasifik

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:01

800 Pramuka Penegak se-Gorontalo Ikuti Kemah Satya Tunas 2026 di Limboto

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:13

Kantor Pertanahan Boltara Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Perkuat Semangat Persatuan dan Pelayanan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:12

‎Kapolres Boltara Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Tekankan Patriotisme dan Kepedulian Generasi Muda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:52

‎Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Sekda Boltara Serahkan Bansos Pendidikan dan Bencana

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:07

Tonny Junus: Penanggulangan Kemiskinan Harus Tepat Sasaran, Bukan Sekadar Serapan Anggaran

Berita Terbaru