LIMBOTO, Asumsi.id – Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, meluapkan kekecewaannya saat membuka gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Gorontalo tahun 2026, semalam. Kemarahan Bupati dipicu oleh minimnya jumlah delegasi atau kafilah dari sejumlah kecamatan, serta absennya para camat dalam seremoni pembukaan tersebut.
Bupati Sofyan menyoroti adanya kecamatan yang hanya mengutus kurang dari lima peserta. Salah satu yang menjadi sorotan tajam adalah Kecamatan Tibawa, yang tercatat hanya mengirimkan tiga orang perwakilan untuk berkompetisi di ajang religius bergengsi tersebut.
Di atas podium, Instruksi Tegas kepada Sekda dengan nada bicara yang tegas dan terlihat geram, Bupati langsung memberikan instruksi khusus kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gorontalo untuk memanggil para camat yang dinilai tidak serius mendukung syiar Islam di wilayahnya.
”Tolong Pak Sekda, kecamatan yang mengutus kurang dari lima peserta, camatnya diundang besok. Siapkan surat pengunduran diri!” tegas Bupati Sofyan di hadapan tamu undangan dan peserta MTQ.
Kekecewaan Bupati kian memuncak saat mengetahui bahwa camatnya bahkan tidak hadir dalam acara pembukaan, Menurutnya, sikap tersebut menunjukkan kurangnya kepedulian terhadap program penguatan sumber daya manusia yang religius.
”Pembukaan saja tidak hadir, menyedihkan ini,” lanjutnya dengan nada kecewa.
Ia mengingatkan kembali bahwa salah satu pilar utama dalam visi-misi kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Tonny Junus adalah membangun masyarakat Kabupaten Gorontalo yang Beragama, Berbudaya, Berkemajuan dan Berkelanjutan.
Bupati menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar perlombaan rutin tahunan, melainkan instrumen penting untuk mewujudkan masyarakat yang religius.
Oleh karena itu, rendahnya partisipasi dari tingkat kecamatan dianggap sebagai bentuk kegagalan koordinasi dan rendahnya komitmen pimpinan wilayah dalam menyukseskan visi daerah.(*)







