LIMBOTO, Asumsi.id – Wakil Bupati Gorontalo, H. Tonny S. Junus, bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Tahun 2025 tingkat Provinsi Gorontalo yang digelar di Hulonthalo Ballroom, Kota Gorontalo, pada Rabu (12/11/2025).
Agenda tahunan yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo ini diikuti oleh seluruh perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo. Dari Kabupaten Gorontalo sendiri, hadir jajaran Dinas Kesehatan bersama para Kepala Puskesmas, dipimpin langsung oleh Kadis Kesehatan, Ismail Akaseh.
Turut hadir pula Ketua dan Wakil Ketua Tim Pembina Posyandu, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah di antaranya Kadis PMD, Kaban Keuangan, Kepala Bappelitbangda, Kadis Dikbud, Kadis PUPR, Kadis Perkim, Kadis Sosial, dan Kasatpol PP.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tonny Junus menekankan pentingnya Rakorda sebagai wadah untuk menyelaraskan kebijakan lintas sektor dalam memperkuat fungsi Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Fokus pembahasan antara lain mencakup peningkatan status gizi, pencegahan stunting, serta pengendalian penyakit berbasis masyarakat.
“Posyandu tidak sekadar tempat penimbangan balita atau imunisasi. Lebih dari itu, Posyandu merupakan pusat edukasi keluarga dalam menjaga kesehatan ibu, anak, dan lansia. Sinergi lintas sektor sangat menentukan keberhasilan program ini,” ujar Wabup Tonny.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gorontalo berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil Rakorda dengan memperkuat kolaborasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, dan desa. Tujuannya adalah mengoptimalkan peran kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat.
Selain paparan kebijakan terkini tentang penguatan Posyandu Terintegrasi, Rakorda juga diisi dengan sesi diskusi interaktif antara pemerintah daerah dan tenaga kesehatan. Forum ini menjadi ajang berbagi praktik terbaik dalam mempercepat pencapaian target pembangunan kesehatan di Provinsi Gorontalo.*













