Limboto, Asumsi.id — Kekecewaan mendalam atas buruknya kinerja birokrasi di tingkat kecamatan kembali memuncak. Tokoh Pemuda Kecamatan Talaga Jaya, Hamzah Moses, secara terbuka melayangkan protes keras dan menyerukan pencopotan Camat Talaga Jaya.
Puncak kekecewaan tersebut meledak saat perhelatan Jumbara Kader PKK Tahun 2026. Kecamatan Talaga Jaya tercatat sebagai satu-satunya kecamatan yang tidak mengutus peserta pada lomba paduan suara dalam ajang tahunan PKK tersebut. Kamis (05/11/2026)
Ironisnya, tidak adanya kontingen Talaga Jaya ini tanpa alasan yang jelas, bahkan hal tersebut terjadi langsung di hadapan Bupati dan Ketua TP PKK serta wakil ketua TP.PKk Kabupaten yang hadir langsung menyaksikan jalannya lomba.
Terlebih lagi, Bupati dan sang ibu merupakan putra-putri asli daerah Talaga Jaya, sehingga tidak adanya perwakilan kecamatan talaga jaya ini dinilai sebagai sebuah pelecehan dan kekecewaan besar bagi masyarakat talaga jaya.
”Bupati dan ibu adalah orang asli Talaga Jaya, tetapi justru kecamatan asal beliau tidak memiliki utusan sama sekali. Ini bentuk pengabaian yang nyata. Karena itu, dengan tegas kami meminta untuk segera GANTI CAMAT!” ujar Moses dengan nada geram saat dijumpai di lokasi acara.
Protes keras yang dilayangkan Moses bukanlah tanpa alasan. Ia menyebut bahwa sikap apatis dan buruknya etika birokrasi yang ditunjukkan oleh Camat Talaga Jaya telah terjadi berulang kali.
Sebelumnya, Moses juga dibuat geram oleh ulah sang camat dalam sebuah agenda penting pemerintahan. Pada saat itu, Bupati diagendakan untuk menghadiri sebuah acara di kecamatan Talaga Jaya. Namun, karena di saat bersamaan Bupati Sofyan harus menghadiri agenda lain yang tidak kalah penting, tugas tersebut secara resmi didisposisikan kepada Camat Talaga Jaya untuk mewakilinya.
Alih-alih menjalankan amanah pimpinan tertinggi di kabupaten tersebut dengan hadir secara langsung, camat tersebut justru melimpahkannya kembali (disposisi) kepada Sekretaris Camat (Sekcam), Tindakan ini dinilai mencederai etika birokrasi pemerintahan dan mencerminkan rendahnya rasa tanggung jawab terhadap pimpinan serta masyarakat.
Bagi moses dan masyarakat Talaga Jaya, rentetan kejadian ini membuktikan bahwa camat yang bersangkutan sudah tidak lagi layak memimpin. “Sikap acuh tak acuh dan minimnya koordinasi dinilai merugikan marwah daerah serta menghambat sinergi antara pemerintah kecamatan dan kabupaten, Untuk itu segera Ganti Camat!.” Tegasnya
Dirinya berharap agar Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) serta Bupati segera mengambil langkah tegas mengevaluasi dan mengganti Camat Talaga Jaya demi mengembalikan efektivitas roda pemerintahan di wilayah tersebut. (*)

