LIMBOTO, Asumsi.id — Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus mendorong penguatan budaya inovasi di lingkungan perangkat daerah untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif, responsif, dan bermanfaat bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Daerah Kabupaten Gorontalo Tahun 2026 yang dibuka Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus, di Elmadina Meeting Room, Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Gorontalo, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan ini diikuti jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), para inovator perangkat daerah, serta aparatur teknis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Bimtek tersebut menjadi langkah strategis untuk mendorong lahirnya gagasan kreatif yang dapat dikembangkan menjadi inovasi nyata dalam menjawab berbagai kebutuhan dan persoalan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tonny S. Junus menegaskan bahwa inovasi daerah tidak boleh sekadar menjadi pelengkap administrasi atau formalitas dalam memenuhi laporan kinerja. Sebaliknya, setiap inovasi harus memiliki tujuan yang jelas, mampu menjawab persoalan di lapangan, serta memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Inovasi tidak boleh hanya berhenti di atas kertas atau sekadar mengejar pemenuhan dokumen laporan. Setiap terobosan yang kita buat harus berangkat dari persoalan nyata di lapangan dan dirasakan manfaat langsungnya oleh masyarakat,” tegas Tonny.
Ia mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN), mulai dari kepala OPD, camat hingga jajaran pelaksana, untuk terus mengembangkan pola kerja kreatif, adaptif, dan solutif. Menurutnya, pemanfaatan teknologi, penyederhanaan alur birokrasi, serta integrasi layanan merupakan bagian penting dalam mewujudkan pemerintahan yang semakin efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Tonny juga mendorong setiap perangkat daerah untuk menggali potensi inovasi sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing, baik dalam tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap seluruh perangkat daerah semakin proaktif melahirkan terobosan. Jangan hanya menjalankan rutinitas, tetapi terus mencari cara agar pekerjaan menjadi lebih efektif dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” ujarnya.
Sementara itu, dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Kepala Bapperida, Riset, dan Inovasi Daerah Kabupaten Gorontalo, Dr. Bambang Supriyanto, M.Si., menyampaikan bahwa sejumlah gagasan inovasi telah dihimpun dari perangkat daerah dan direncanakan untuk ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Gorontalo Tahun 2026.
Berbagai gagasan tersebut diharapkan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan di lapangan sehingga mampu memperluas akses pelayanan, meningkatkan efektivitas program, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Melalui Bimtek ini, para peserta juga diharapkan memahami tahapan penyusunan, pengembangan, pendokumentasian, dan pelaporan inovasi daerah, termasuk penguatan pencatatan inovasi dalam sistem Indeks Inovasi Daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kinerja inovasi Kabupaten Gorontalo di tingkat regional maupun nasional.
Dengan demikian, inovasi yang dihasilkan tidak berhenti pada tahap perencanaan dan pemenuhan administrasi, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan serta dievaluasi berdasarkan hasil dan manfaatnya.
Penguatan inovasi daerah ini sejalan dengan agenda Restorasi Pemerintahan Kabupaten Gorontalo di bawah kepemimpinan Bupati Sofyan Puhi dan Wakil Bupati Tonny S. Junus, yakni mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Melalui kolaborasi dan komitmen seluruh perangkat daerah, Pemerintah Kabupaten Gorontalo berharap inovasi menjadi bagian dari budaya kerja birokrasi sekaligus penggerak peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah yang berkemajuan dan berkelanjutan.







