Limboto, Asumsi.id – Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menghadiri pelantikan Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Gorontalo masa khidmat 2026–2027 yang berlangsung pada Selasa malam (29/09/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Sofyan menyampaikan selamat kepada jajaran pengurus yang baru saja dilantik. Ia menekankan bahwa pelantikan ini menjadi momentum dimulainya amanah, tanggung jawab, dan bentuk pengabdian.
”Pelantikan ini adalah momentum dimulainya sebuah amanah, tanggung jawab, dan pengabdian. Apalagi saya lihat masa kerja hanya satu tahun. Tentu ini hal yang berat bekerja untuk mengemban amanah sebagai ketua cabang organisasi yang begitu besar dalam kurun waktu satu tahun,” ujar Sofyan.
Bupati berharap seluruh pengurus dapat menjalankan tugas dengan keikhlasan, integritas, dan semangat perjuangan. Ia menegaskan bahwa kader PMII tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual, tetapi juga harus memiliki kedalaman spiritual, kematangan moral, kepekaan sosial, serta kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sofyan mengajak PC PMII Kabupaten Gorontalo untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah, terutama dalam membangun generasi muda yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing guna menyongsong Indonesia Emas 2045. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah membutuhkan sinergi dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
”Kekuatan pembangunan tidak hanya terletak pada besarnya anggaran, tetapi juga pada sejauh mana seluruh potensi yang ada dapat disatukan dalam satu gerakan. Untuk itu, PMII harus menjadi salah satu ruang untuk melahirkan gagasan, melatih kepemimpinan, membangun karakter, dan mempersiapkan kader yang siap mengabdi,” tambahnya.
Mengakhiri arahannya, Bupati Gorontalo berpesan agar kader PMII berani berpikir kritis namun tetap santun serta berbasis data. Perbedaan pandangan diharapkan tidak merusak tali persaudaraan, dan setiap gagasan hendaknya ditujukan untuk kemanfaatan masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB PMII, Ahmad Syahrul Fadhil, yang turut hadir dalam acara tersebut mengingatkan para pengurus agar tetap memprioritaskan pendidikan di tengah kesibukan berorganisasi.
”PMII merupakan organisasi kemahasiswaan, oleh karena itu pendidikan adalah yang paling utama. Kader PMII boleh kritis namun tetap santun, jangan sampai sikap kritis tersebut justru melahirkan kerugian,” tegas Ahmad Syahrul.








