LIMBOTO, Asumsi.id – Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus memperkuat komitmennya dalam mendorong percepatan roda ekonomi daerah serta efisiensi tata kelola keuangan. Salah satu langkah konkrit yang dilakukan adalah dengan memperluas kolaborasi dan sinergi bersama Bank SulutGo (BSG) melalui penandatanganan sejumlah perjanjian kerja sama strategis,
Kegiatan yang digelar di halaman Rumah Dinas Bupati Gorontalo, Rabu (30/09/26), tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat pemerintah daerah, pimpinan Bank SulutGo, serta perwakilan asosiasi kepala desa.
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di rumah dinas dilakukan agar suasana kegiatan lebih merangkul seluruh pihak, termasuk para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
”Kami ingin melibatkan para UMKM agar mereka bisa terus bersemangat dalam rangka menggerakkan ekonomi kita ini. Tanpa didorong oleh kita semua, sangat sulit bagi mereka untuk bisa berkembang ke depan,” ujar Sofyan Puhi.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Gorontalo dan Bank SulutGo menyepakati beberapa poin kerja sama utama. Poin-poin tersebut mencakup pengelolaan dan penyimpanan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) hingga tahun 2027, pemanfaatan aplikasi Kasda Online yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), hingga integrasi pengelolaan keuangan desa.
Selain itu, kerja sama ini juga menekankan optimalisasi pembayaran sistem katalog elektronik serta pemanfaatan layanan QRIS BSG. Fasilitas QRIS ini diharapkan tidak hanya membantu transaksi UMKM tetapi juga mempermudah masyarakat dalam membayar pajak dan retribusi daerah.
Sofyan menegaskan bahwa alih sistem menuju digitalisasi dan pembayaran non-tunai sudah menjadi keharusan demi akuntabilitas dan kecepatan akses.
”Semua ini adalah keharusan buat kita karena digital itu cepat diakses dan akuntabilitasnya sangat mudah dibandingkan dengan sistem lama atau tunai. Kabupaten Gorontalo terus berbenah melaksanakan pembayaran non-tunai agar pelayanannya dapat kita maksimalkan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Selain penandatanganan kerja sama keuangan, acara tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan program pemberdayaan. Di antaranya adalah penyerahan program kerja sama peternakan sapi.
Untuk Kabupaten Gorontalo, program peternakan ini diperkuat melalui kelompok-kelompok usaha peternak. “Di Kabupaten Gorontalo kita beri nama kelompok ‘ST 12’, di mana satu kelompok terdiri dari 12 orang peternak. Ini menjadi semangat baru yang Alhamdulillah terus diakses oleh para peternak kita,” jelas Sofyan.
Tak hanya sektor peternakan, perhatian juga diberikan pada pemberdayaan perempuan melalui program “Perempuan Hebat” yang dikolaborasikan dengan program Mariam Go di Kabupaten Gorontalo. Sofyan mengapresiasi peran aktif para ibu yang menjadi pilar utama penggerak UMKM di wilayahnya.
Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan terhadap sektor UMKM, Bupati Sofyan Puhi membeberkan rencana besar Pemkab Gorontalo yang akan meresmikan Pusat Oleh-Oleh dan UMKM Kabupaten Gorontalo pada akhir tahun ini.
Pusat oleh-oleh tersebut berlokasi strategis di Desa Hulawa, Kecamatan Telaga, di jalur lintas arah kota.
”Jika tadinya produk UMKM tersebar di desa-desa dan hanya ada di tempat produksi masing-masing, kini kami telah menyiapkan satu wadah terpusat yaitu Pusat UMKM Kabupaten Gorontalo. Ini diharapkan bisa menjadi wadah promosi dan pemasaran yang efektif bagi produk-produk lokal kita,” pungkasnya.








