Jakarta, Asumsi.id – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi meluncurkan dua aplikasi layanan digital, Sinar (SIM Nasional Presisi) dan Signal (Samsat Digital Nasional), untuk mempermudah proses pembuatan SIM serta pembayaran pajak kendaraan bermotor secara daring. Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya reformasi pelayanan publik Polri agar lebih cepat, transparan, dan efisien.
Direktur Registrasi dan Identifikasi (Regident) Korlantas Polri Brigjen Wibowo menyampaikan bahwa peluncuran dua layanan digital tersebut merupakan bagian dari upaya reformasi Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Melalui aplikasi Sinar dan Signal, proses pengurusan dokumen kendaraan dan perpanjangan SIM diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, transparan, dan efisien.
“Revitalisasi Ditregident adalah langkah kami untuk menghadirkan pelayanan yang lebih mudah dijangkau, sederhana, dan bebas praktik pungutan liar,” ujar Wibowo dalam keterangan tertulis, Senin (10/11).
Lewat aplikasi Sinar, pemohon dapat melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C sepenuhnya secara daring, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan kesehatan, hingga pembayaran. SIM yang telah selesai diproses akan dikirim langsung ke alamat pemohon melalui layanan pos.
Sementara itu, aplikasi Signal memungkinkan pemilik kendaraan membayar pajak tahunan tanpa harus mendatangi kantor Samsat. Sistem ini telah terintegrasi dengan Jasa Raharja dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) di seluruh wilayah, sehingga transaksi dapat dilakukan secara aman dan terverifikasi.
“Dengan sistem digital, waktu pelayanan dapat dipangkas sekaligus meminimalkan potensi penyimpangan karena seluruh alurnya tercatat dan dapat dipantau,” jelasnya.
Selain kedua aplikasi tersebut, Korlantas Polri juga tengah menyiapkan penerapan E-BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor Elektronik) dan Digital ID Regident. Kedua layanan ini akan menjadi bagian dari ekosistem layanan digital Polri yang nantinya terhubung dengan basis data nasional.
“Kami ingin seluruh layanan registrasi dan identifikasi kendaraan berada dalam satu sistem digital yang terintegrasi. Pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, akan meningkatkan akurasi data dan mempercepat pelayanan bagi masyarakat,” kata Wibowo.*













