NGAWI, Asumsi.id – Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Kabupaten Ngawi 2026 akan diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, perlombaan, hingga kegiatan yang melibatkan masyarakat dan kalangan santri. Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas”, rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung sepanjang Oktober 2026.
Rangkaian kegiatan diawali pada 10 Oktober 2026 dengan Ziarah Masyayikh NU, yang dilaksanakan serentak bersama 19 MWC NU se-Kabupaten Ngawi di makam para masyayikh NU Ngawi. Selanjutnya, pada 17 Oktober, digelar Lomba Mewarnai bagi peserta anak-anak PAUD dan TK/RA se-Kabupaten Ngawi di Alun-Alun Merdeka Ngawi. Pada tanggal yang sama juga dijadwalkan kegiatan Ngawi Mengaji berupa simaan Al-Qur’an bersama Jam’iyyah Mudarasatil Qur’an lil Hafizhat (JMQH) di Pendopo Wedya Graha Ngawi.
Memasuki 18 Oktober, agenda dilanjutkan dengan Musabaqah Qiraatil Kutub, yakni lomba membaca kitab kuning se-Ngawi yang dipusatkan di Masjid Lintang Songo dan Kantor PCNU. Kemudian pada 21 Oktober akan digelar Istighosah dan Resepsi HSN bersama masyayikh NU, umaro dan santri Kabupaten Ngawi yang bertempat di Pendopo Wedya Graha Ngawi.
Sementara itu, pada 22 Oktober 2026, bertepatan dengan momentum Hari Santri Nasional, akan dilaksanakan Apel Akbar dan Kirab Santri di Alun-Alun Merdeka Ngawi. Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian HSN 2026, sekaligus dirangkai dengan Jalan Sehat.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan Lomba Al-Banjari pada 23 Oktober yang diikuti peserta dari wilayah se-Karesidenan Madiun. Pada tanggal 23–24 Oktober, digelar Jambore Sako Ma’arif NU se-Kabupaten Ngawi di Alun-Alun Merdeka. Selain itu, Santri Fest 2026 (Bazar UMKM) dijadwalkan berlangsung pada 21–30 Oktober, menghadirkan bazar UMKM dan kuliner, pentas seni santri, wahana permainan, kompetisi film santri dan berbagai kegiatan lainnya, dengan sejumlah bintang tamu.
Dengan beragam agenda tersebut, peringatan HSN 2026 di Kabupaten Ngawi diharapkan menjadi momentum kebersamaan antara santri, ulama, pemerintah dan masyarakat. Selain memperkuat nilai-nilai keagamaan, rangkaian kegiatan juga menjadi ruang bagi santri untuk menunjukkan kreativitas, prestasi serta kontribusinya dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan daerah.(*)







