HKTI Pusat dan Daerah Satukan Langkah Percepat Transformasi Pertanian Gorontalo

Jumat, 19 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gorontalo, Asumsi.id – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Gorontalo menggelar konsolidasi organisasi bersama Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI, Abdul Kadir Karding, di kawasan Sistem Pertanian Terpadu (Inframing System) Desa Balahu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wadah memperkuat koordinasi antara HKTI tingkat pusat dan daerah dalam mendukung pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan. Konsolidasi ini juga menegaskan posisi HKTI sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan serta kedaulatan pangan nasional.

Kehadiran rombongan DPN HKTI disambut langsung oleh Ketua HKTI Provinsi Gorontalo, Nelson Pomalingo, bersama jajaran pengurus daerah.

Dalam kesempatan itu, Abdul Kadir Karding menjelaskan bahwa kunjungannya ke Gorontalo mencakup sejumlah agenda penting. Selain menghadiri Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026, ia juga melakukan peninjauan terhadap kegiatan karantina dan pelepasan ekspor komoditas pertanian serta memperkuat konsolidasi organisasi HKTI di daerah.

BACA JUGA  Kodim 1303/Bolaang Mongondow Bersama Pemda Bolmut Gelar Karya Bakti Serentak di Perbatasan

“Kunjungan ini memiliki beberapa tujuan, yakni menghadiri PENAS KTNA XVII, meninjau kegiatan terkait karantina dan pelepasan ekspor, serta memperkuat konsolidasi HKTI di daerah,” ujarnya.

Menurut Karding, sektor pertanian di Gorontalo memiliki peluang besar untuk terus berkembang karena ditopang oleh beragam komoditas unggulan, tidak hanya jagung tetapi juga kelapa, kakao, cengkeh, hingga sektor peternakan.

Ia menilai keterhubungan program antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting agar kebijakan yang disusun di tingkat nasional dapat berjalan efektif sesuai kebutuhan wilayah.

“Pada prinsipnya, HKTI berkomitmen mendukung program Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan. Ketahanan pangan merupakan fondasi utama menuju kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Karding juga menjelaskan bahwa pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian telah melakukan pemetaan wilayah berdasarkan komoditas unggulan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuat program pembangunan pertanian lebih fokus dan tepat sasaran.

BACA JUGA  ‎Polemik Dugaan Intimidasi Wartawan di Boltara Berakhir Damai, Kapolsek Kaidipang Minta Maaf

“Gorontalo masuk dalam klaster pengembangan jagung dan kelapa. Dengan pemetaan yang jelas, pemerintah pusat dapat mengetahui kebutuhan daerah, target yang ingin dicapai, serta hasil yang diharapkan sesuai arahan Presiden,” jelasnya.

Sementara itu, Nelson Pomalingo mengatakan konsolidasi organisasi menjadi langkah penting untuk menyamakan visi sekaligus memperkuat kontribusi HKTI dalam pembangunan pertanian di Gorontalo.

Menurutnya, pelaksanaan PENAS KTNA XVII di Gorontalo merupakan kesempatan besar yang perlu dimanfaatkan seluruh elemen, termasuk HKTI, untuk memperkuat kolaborasi dan menyukseskan agenda nasional tersebut.

Selain mempersiapkan dukungan terhadap PENAS, HKTI Gorontalo juga terus memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota guna menciptakan organisasi yang lebih solid dan berkelanjutan.

BACA JUGA  Percepat Implementasi BLUD, Bupati Sirajudin Lasena Matangkan Kesiapan Administrasi dan Regulasi

“Kami berharap siapapun yang nantinya memimpin HKTI dapat terus membangun organisasi ini menjadi semakin kuat dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pertanian daerah,” ujar Prof. Nelson.

Sebagai pengurus DPN HKTI Bidang Aneka Palma, Nelson menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan sektor pertanian melalui kerja sama yang erat dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.

Ia berharap penyelenggaraan PENAS KTNA XVII tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi kemajuan daerah dan sektor pertanian.

“PENAS harus menjadi ajang promosi potensi daerah, menjadi ruang belajar dan bertukar pengalaman, sekaligus membuka peluang investasi yang pada akhirnya mendorong kemajuan sektor pertanian dan peningkatan kualitas sumber daya manusia pertanian di Gorontalo,” pungkasnya.*

Facebook Comments Box

Penulis : Irfan

Editor : Dolvin

Berita Terkait

Polsek Bolangitang Sisir Dua Desa di Boltara, Sejumlah Botol Miras Diamankan
Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi bagi Pekerja Terdampak PHK
Wamen ATR/Waka BPN Bahas Pentingnya UU Pengaturan Reforma Agraria dalam Diskusi Publik Ombudsman RI
Kementerian ATR/BPN Finalisasi Penjenjangan Kinerja untuk Perkuat Manajemen Kinerja Organisasi
Konsinyering HPL Badan Bank Tanah, Wamen Ossy Ingatkan Soal Keseimbangan Kecepatan Layanan dan Kepastian Hukum
Pendaftaran Tanah dan Layanan Pertanahan Ikut Berkontribusi terhadap Peningkatan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834,8 Triliun
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Catat RDTR Terintegrasi OSS Bertambah Jadi 576 dan Usulan LP2B Lampaui Target RPJMN
HUT Humas Polri ke-75, Polres Boltara Gelar Bakti Sosial di Gereja dan Masjid

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:43

Polsek Bolangitang Sisir Dua Desa di Boltara, Sejumlah Botol Miras Diamankan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:24

Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi bagi Pekerja Terdampak PHK

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:10

Wamen ATR/Waka BPN Bahas Pentingnya UU Pengaturan Reforma Agraria dalam Diskusi Publik Ombudsman RI

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:10

Kementerian ATR/BPN Finalisasi Penjenjangan Kinerja untuk Perkuat Manajemen Kinerja Organisasi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:06

Konsinyering HPL Badan Bank Tanah, Wamen Ossy Ingatkan Soal Keseimbangan Kecepatan Layanan dan Kepastian Hukum

Berita Terbaru