Kue Sukade Khas Gorontalo dari Pilolalenga, UMKM Tradisional dan Kue Adat yang Terus Didorong Naik Kelas

Selasa, 27 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gorontalo, Asumsi.id – Di tengah arus modernisasi kuliner, salah satu usaha mikro kecil menengah (UMKM) berbasis tradisi tetap bertahan dan berkembang di Desa Pilolalenga, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo. Usaha kue Sukade yang ditekuni oleh Ibu Sartin Sahidu menjadi contoh nyata kekuatan ekonomi lokal yang berakar pada kearifan budaya daerah.

Kue Sukade merupakan kue tradisional sekaligus kue adat khas Gorontalo yang lazim disajikan kepada tamu serta digunakan dalam berbagai prosesi adat, hajatan pesta, hingga kegiatan keagamaan masyarakat.

Keberadaan kue ini memiliki nilai budaya yang kuat karena menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi sosial masyarakat Gorontalo.
Keunikan kue Sukade tidak hanya terletak pada cita rasanya yang khas, tetapi juga pada proses pembuatannya yang hingga kini masih dilakukan secara sederhana menggunakan tungku tradisional. Cara produksi tersebut tetap dipertahankan untuk menjaga keaslian rasa serta nilai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

BACA JUGA  Pasar Ramadan 1447 H Resmi Dibuka, 41 UMKM Siap Gerakkan Ekonomi Daerah

Seiring meningkatnya permintaan masyarakat, khususnya untuk kebutuhan hajatan pesta dan acara adat seperti peringatan 40 hari, usaha yang dirintis Ibu Sartin pun terus berkembang. Selain kue Sukade, ia juga memproduksi kue Kolombengi, yang juga merupakan kue tradisional dan kue adat Gorontalo yang banyak diminati masyarakat.

Ibu Sartin berharap usaha yang telah ia jalani selama bertahun-tahun tersebut dapat memperoleh perhatian dan dukungan lebih lanjut dari Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Bantuan yang diharapkan antara lain peningkatan peralatan produksi, pengemasan yang lebih baik, serta dukungan akses pemasaran agar kapasitas usaha dapat meningkat tanpa menghilangkan nilai tradisional yang menjadi ciri khas produknya.

“Dengan adanya bantuan pemerintah daerah, saya berharap usaha ini bisa berkembang lebih besar dan membuka peluang kerja bagi ibu-ibu serta masyarakat sekitar,” ujar Ibu Sartin.

BACA JUGA  Kejari dan Pemda Gelar Isbat Nikah Massal, 10 Pasang Resmi Jadi Pasutri

Sebelumnya, usaha ini telah menerima bantuan dari Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Pemerintah Desa Pilolalenga yang dinilai sangat membantu keberlangsungan usaha.

Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus berkomitmen mendorong pengembangan UMKM, khususnya sektor kuliner berbasis kearifan lokal, agar mampu naik kelas. Tidak hanya melalui bantuan usaha, pemerintah daerah juga berupaya membuka akses pasar bagi produk UMKM lokal agar memiliki daya saing dan nilai ekonomi berkelanjutan.

UMKM kuliner tradisional diposisikan sebagai salah satu pilar utama penggerak ekonomi kerakyatan berbasis desa yang akan terus mendapatkan perhatian serius pada tahun 2026, sejalan dengan penguatan ekonomi masyarakat.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua TP PKK Kecamatan Dungaliyo,
Reflin Anton Nini Panani ,turut mendorong agar perhatian pemerintah daerah dapat menyasar langsung pelaku UMKM tradisional seperti Ibu Sartin Sahidu. Pkk kecamatan dungaliyo bersama Pemerintah kecamatan siap berkolaborasi dengan pemerintah desa serta mengupayakan dukungan Dekranasda Kabupaten Gorontalo dalam pengembangan dan promosi kue Sukade sebagai kue adat khas Gorontalo.

BACA JUGA  Tutup Festival Budaya Jawa Tondano Ke-XX, Wabup Tonny Junus: Jaga Identitas Budaya Akulturasi Jawa-Minahasa

Melalui sinergi lintas sektor ini, diharapkan UMKM tradisional kue Sukade dan Kolombengi tidak hanya lestari sebagai warisan budaya daerah, tetapi juga tumbuh menjadi usaha yang berdaya saing, mampu menyerap tenaga kerja lokal, serta meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM dan masyarakat sekitar.*

Facebook Comments Box

Berita Terkait

800 Pramuka Penegak se-Gorontalo Ikuti Kemah Satya Tunas 2026 di Limboto
Kantor Pertanahan Boltara Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Perkuat Semangat Persatuan dan Pelayanan
‎Kapolres Boltara Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Tekankan Patriotisme dan Kepedulian Generasi Muda
‎Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Sekda Boltara Serahkan Bansos Pendidikan dan Bencana
Tonny Junus: Penanggulangan Kemiskinan Harus Tepat Sasaran, Bukan Sekadar Serapan Anggaran
‎Bumi Perkemahan Bongohulawa Bergemuruh: Ratusan Pramuka Penegak Gorontalo Awali Petualangan di Kemah Satya Tunas 2026
Jaga Keamanan Aset, Dirjen SPPR Imbau para Pemilik Tanah untuk Pasang Patok Tanda Batas
Menaker Paparkan Penguatan Regulasi Pelindungan Pekerja di Forum Asia Pasifik

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:01

800 Pramuka Penegak se-Gorontalo Ikuti Kemah Satya Tunas 2026 di Limboto

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:13

Kantor Pertanahan Boltara Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Perkuat Semangat Persatuan dan Pelayanan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:12

‎Kapolres Boltara Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Tekankan Patriotisme dan Kepedulian Generasi Muda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:52

‎Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Sekda Boltara Serahkan Bansos Pendidikan dan Bencana

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:07

Tonny Junus: Penanggulangan Kemiskinan Harus Tepat Sasaran, Bukan Sekadar Serapan Anggaran

Berita Terbaru