Gulir Untuk Melanjutkan Konten
BeritaLimbotoRegional

Lobi Berbuah Manis, 7.000 Hektare Jagung Gorontalo Disokong Benih Hibrida

76
×

Lobi Berbuah Manis, 7.000 Hektare Jagung Gorontalo Disokong Benih Hibrida

Sebarkan artikel ini

LIMBOTO, Asumsi.id – Upaya lobi Pemerintah Kabupaten Gorontalo akhirnya berbuah manis. Sebanyak 7.000 hektare lahan jagung di daerah ini resmi disokong 105 ton benih jagung hibrida, menyusul terealisasinya bantuan Kementerian Pertanian yang kini mulai disalurkan kepada kelompok tani di berbagai kecamatan’

Pemerintah Kabupaten Gorontalo menyalurkan Bantuan Benih Jagung Hibrida kepada kelompok tani di Kabupaten Gorontalo. Penyerahan bantuan dipusatkan di Desa Dumati, Kecamatan Telaga, Selasa (16/12), dan dihadiri langsung oleh Bupati Gorontalo Sofyan Puhi.

Bupati Sofyan Puhi mengatakan, bantuan benih jagung hibrida tersebut merupakan hasil upaya dan komunikasi intensif Pemerintah Kabupaten Gorontalo dengan Kementerian Pertanian. Usulan yang disampaikan akhirnya mendapat respons positif dan direalisasikan pada Desember tahun ini.

“Ini merupakan bantuan atas permohonan resmi yang kami ajukan ke Kementerian Pertanian. Alhamdulillah, diwujudkan dan kini sudah bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Kabupaten Gorontalo,” ujar Sofyan.

BACA JUGA  Ditumpangi Tim Penilai Konvergensi Stunting Sulut, Sekda Bolmut Nyetir Mobnas Sendiri

Secara keseluruhan, bantuan benih jagung hibrida ini mencakup luas areal 7.000 hektare dengan total benih mencapai 105 ton. Program tersebut menjangkau 16 kecamatan, 95 desa dan kelurahan, dengan sasaran 220 kelompok tani dan melibatkan sekitar 5.990 petani.

Selain bantuan jagung, Sofyan Puhi juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Gorontalo turut memperoleh alokasi pengembangan kelapa seluas 8.000 hektare, dengan asumsi satu hektare ditanami sekitar 100 pohon kelapa.

“Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus berkomitmen memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Berbagai upaya lobi dan kolaborasi kami lakukan agar petani memiliki lebih banyak pilihan komoditas dan peluang pasar,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemkab Gorontalo juga tengah membuka peluang pengembangan kedelai, seiring terjalinnya kerja sama dengan pelaku industri tahu dan tempe dari Kota Sukabumi melalui Sekjen HKTI. Kebutuhan kedelai yang tinggi dinilai sebagai peluang strategis bagi petani Gorontalo.

BACA JUGA  Sediakan Hadiah dan Doorprize, Bupati Sofyan Sambut Baik Bayoe Buana Sponsor utama CFD

“Kita sudah menjemput peluang itu. Ini bagian dari ikhtiar agar petani tidak bergantung pada satu komoditas saja,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, Sumadi, menjelaskan bahwa bantuan benih jagung hibrida tersebut didistribusikan berdasarkan pembagian rayon.

Rayon 1 meliputi Kecamatan Telaga dan Telaga Biru dengan luas 371 hektare, benih 5.565 kilogram, untuk 9 desa dan 16 kelompok tani. Rayon 2 mencakup Kecamatan Limboto dan Limboto Barat dengan luas 846 hektare, benih 12.600 kilogram, dan 13 desa/kelurahan dengan 28 kelompok tani.

Rayon 3 meliputi Kecamatan Batudaa Pantai, Biluhu, dan Tabongo dengan luas 1.458 hektare, benih 21.870 kilogram, dan 17 desa dengan 54 kelompok tani. Rayon 4 mencakup Kecamatan Dungaliyo dan Bongomeme dengan luas 1.180 hektare, benih 17.700 kilogram, dan 15 desa dengan 34 kelompok tani.

BACA JUGA  Antisipasi Krisis Pangan, Bupati Nelson Salurkan 350 Paket Sembako di Desa Bunggalo

Selanjutnya, Rayon 5 meliputi Kecamatan Tibawa dan Pulubala dengan luas 1.327 hektare, benih 19.905 kilogram, dan 9 desa dengan 35 kelompok tani. Rayon 6 mencakup Kecamatan Bilato, Boliyohuto, Mootilango, Tolangohula, dan Asparaga dengan luas 1.818 hektare, benih 27.270 kilogram, dan 32 desa dengan 53 kelompok tani.

Program ini menjadi bagian dari strategi penguatan sektor pertanian daerah sekaligus upaya peningkatan produksi jagung dan kesejahteraan petani di Kabupaten Gorontalo.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *