Bandung – Anggota Parlemen Bentong, Malaysia, Young Syefura, bersama jajaran Kantor Parlemen Bentong melakukan kunjungan hormat ke Provinsi Jawa Barat dan berkesempatan bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di kawasan Pakuan.
Berdasarkan unggahan di akun Instagram resminya @young.syefura, kunjungan tersebut bertujuan untuk mempelajari dan bertukar ide, sekaligus memperkuat hubungan diplomatis bilateral antara Malaysia dan Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah hal dibahas bersama, mulai dari urusan administrasi pemerintahan, manajemen media sosial, hingga gerak kerja politik yang dinilai dapat dipelajari dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan masing-masing pihak.
Melalui unggahannya, Young Syefura juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi serta seluruh jajaran di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah menyambut dan merayakan kedatangan rombongan Parlemen Bentong.
Ia menilai pertemuan tersebut memberikan motivasi serta pengalaman berharga, baik bagi dirinya maupun para pegawai Parlemen Bentong, dan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan serta kebaikan masyarakat Bentong ke depan, tulis Young Syefura dalam keterangannya yang dikutip Senin (15/12/2025).
Di luar agenda resmi, pertemuan tersebut turut menarik perhatian publik setelah potongan video interaksi keduanya beredar di media sosial. Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram @dedimulyadi71, Dedi Mulyadi terlihat melontarkan candaan dan rayuan kepada Young Syefura.
“Nanti saya ke Malaysia bawa lamaran. Lamaran jadi ajudan, lamaran jadi staf, lamaran jadi sekretaris, atau sekuriti di rumah atau sekuriti di hati. Kalau jelas lamarannya, saya bakalan datang ke sana,” kata Dedi Mulyadi dalam unggahan tersebut.
Selain itu, video lain yang menampilkan Dedi Mulyadi memegang payung untuk meneduhkan Young Syefura, serta momen tatapan keduanya, turut menjadi pusat perhatian dan memicu beragam respons dari warganet.*
Momen Pertemuan Dedi Mulyadi dan Anggota Parlemen Malaysia Young Syefura Ramai Dibicarakan













