Pemangku Adat Sepakat Anugerahi Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi

Jumat, 9 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Limboto, Asumsi.id – Para pemangku adat U Duluwo Limo Lopohalaa sepakat menganugerahkan gelar adat Pulanga kepada Hi. Sofyan Puhi, Bupati Gorontalo. Kesepakatan diambil secara mufakat dalam Musyawarah Adat Dulohupa di Banthayo Poboide (Rumah Adat), Jumat (9/10) di Limboto.

Pulanga adalah gelar kehormatan tertinggi dalam tatanan adat Gorontalo. Gelar ini0 tidak diberikan sembarangan, melainkan kepada tokoh yang dinilai memiliki ilomata karya, jasa, dan pengabdian nyata bagi masyarakat. Penganugerahannya berpijak pada falsafah “Adat bersendikan Syara’, Syara’ bersendikan Kitabullah”.

Para pemangku adat menilai Hi. Sofyan Puhi layak beroleh Pulanga. Rekam jejaknya di legislatif dan pemerintahan serta kiprahnya di pelayanan publik, pembangunan, pendidikan, kesehatan, sosial, dan keagamaan menjadi pertimbangan utama.

BACA JUGA  ‎Pelepasan dan Khataman Al-Qur'an SDN 2 Suntu, Wali Kota: Jadilah Pemimpin Masa Depan

Musyawarah berlangsung di Dulohupa, melibatkan Bate, hakim, kadli, imam, hingga pemangku adat dan para tokoh agama. Mereka menimbang perjalanan pengabdian Hi. Sofyan Puhi sebelum dan selama memimpin Kabupaten Gorontalo.

Dalam kesempatan itu, pimpinan sidang musyawarah adat dulohupa, Marten Taha, mengungkapkan penilaiannya bahwa anugerah Pulanga dilihat dari hasil karya dan pengabdian serta tidak harus menunggu masa jabatan selesai.

“Penganugerahan gelar adat ini dilandasi karya dan pengabdian Pak Bupati. Kiprah beliau dalam pembangunan dan keagamaan menjadi pertimbangan masyarakat adat,” ujar Marten.

“Malah pemberian gelar adat di awal masa jabatan itu justru baik, karena dapat menjadi benteng diri dan pemagaran moral bagi pemimpin,” tambahnya.

BACA JUGA  Jadi Simbol Nilai Luhur, Kementerian ATR/BPN Laksanakan Upacara Hari Lahir Pancasila

Prosesi penganugerahan direncanakan pada tanggal 17 bulan ini. Rangkaiannya meliputi penyambutan adat, penyerahan busana adat, Tahuda dan Tahuli, hingga doa bersama untuk para pemimpin terdahulu.

Di sisi lain, Ketua Lembaga Adat Kabupaten Gorontalo, Subroto K. Duhe, menyampaikan rangkaian bahwa prosesi penganugerahan Pulanga kepada Hi. Sofyan Puhi itu kini telah disepakati bersama. Bahkan Ketua Lembaga Adat Kota Gorontalo, Abdullah Paneo, mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan kekhidmatan seluruh prosesi sesuai tatanan adat. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

ATR/BPN Dekat Permudah Akses Masyarakat Dapatkan Layanan Pertanahan
PKBM Raden Syahid Hadir di Desa Selopuro, Buka Akses Pendidikan Kesetaraan Gratis bagi Masyarakat
‎Buka Kajian Islam Malam Jumat, Sofyan Puhi: Mengajak Kebaikan Butuh Perjuangan
Buka Kongres Nasional ke-V API, Wapres Tekankan Penguatan Toleransi untuk Jaga Persatuan Bangsa
Menaker Ungkap Poin Penting UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang Wajib Diketahui Pekerja
‎URC Resmob Limango Gerak Cepat Tangani Aduan Pengancaman dengan Parang di Pasar Boroko
Tinjau INACRAFT 2026 Youthpreneurs, Wapres Gibran Dukung Produk Kreatif Wirausahawan Muda
‎​Respons Cepat Pemkab Gorontalo Tangani Balita Hidrosefalus Asal Motilango

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:43

Pemangku Adat Sepakat Anugerahi Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:45

ATR/BPN Dekat Permudah Akses Masyarakat Dapatkan Layanan Pertanahan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:32

PKBM Raden Syahid Hadir di Desa Selopuro, Buka Akses Pendidikan Kesetaraan Gratis bagi Masyarakat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:13

‎Buka Kajian Islam Malam Jumat, Sofyan Puhi: Mengajak Kebaikan Butuh Perjuangan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:16

Buka Kongres Nasional ke-V API, Wapres Tekankan Penguatan Toleransi untuk Jaga Persatuan Bangsa

Berita Terbaru