LIMBOTO, Asumsi.id – Misi kemanusiaan Relawan Tanggap Darurat Bencana (Tagana) Provinsi Gorontalo di Pulau Sumatra dan Aceh berakhir dengan kisah keberanian yang menggugah. Selama satu bulan penuh, para relawan berjibaku di medan sulit, bahkan menjadi tim pertama yang menembus wilayah terisolir di Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, sebuah daerah yang sebelumnya belum tersentuh bantuan.
Kisah itu mengemuka saat Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menerima kepulangan para relawan di Aula Rumah Dinas Bupati Gorontalo, Rabu (31/22),didampingi Kepala BPBD Udin Pango dan Kepala Dinas Sosial Apriyani Katili.
Forum Koordinasi Tagana Provinsi Gorontalo, Beni Ishak, mengungkapkan bahwa Tagana Gorontalo ditempatkan di sejumlah titik rawan bencana, mulai dari Kabupaten Langkat, Sibolga, hingga Tapanuli Tengah. Wilayah terakhir menjadi tantangan terberat karena kondisi geografis ekstrem dan akses yang nyaris tertutup.
“Tagana Gorontalo menjadi relawan pertama yang masuk ke Desa Sibio-Bio, wilayah yang benar-benar terisolir. Setelah akses terbuka, barulah TNI dan tenaga kesehatan menyusul,” ujar Beni.
Ia menegaskan, perbedaan latar belakang masyarakat, termasuk perbedaan agama, tidak menjadi penghalang bagi relawan dalam menjalankan misi kemanusiaan.
“Kami datang sebagai relawan. Tidak ada sekat, tidak ada perbedaan. Yang ada hanya tekad untuk menolong,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas dedikasi para relawan, khususnya dua orang Tagana asal Kabupaten Gorontalo yang tergabung dalam 10 relawan Tagana Provinsi Gorontalo.
“Kepulangan mereka hari ini adalah pengingat bahwa solidaritas dan gotong royong adalah kekuatan bangsa. Gorontalo hadir bukan hanya untuk daerahnya sendiri, tetapi untuk Indonesia,” tegas Sofyan.
Ia menjelaskan, keberangkatan para relawan merupakan penugasan resmi atas permintaan Kementerian Sosial RI dan seluruh kebutuhan difasilitasi oleh Kementerian Sosial RI. Meski demikian, misi kemanusiaan belum sepenuhnya usai.
“Bulan depan mereka akan kembali dipanggil karena status tanggap darurat di Sumatra dan Aceh masih berlanjut. Pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan dan perhatian,” ujarnya.
Sofyan juga mengungkapkan bahwa sebelumnya Pemerintah Kabupaten Gorontalo telah menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui PMI Kabupaten Gorontalo. Ke depan, koordinasi bantuan akan terus diperkuat agar kehadiran Gorontalo di wilayah bencana benar-benar dirasakan masyarakat terdampak.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo Apriyani Katili menyebut pengabdian Tagana sebagai cerminan wajah kemanusiaan daerah. Menurutnya, dedikasi para relawan layak mendapat apresiasi setinggi-tingginya.
“Ini bukan sekadar tugas, tetapi pengabdian. Kami berharap semangat ini menular kepada relawan lain dan memperkuat kesiapsiagaan penanganan bencana ke depan,” kata Apriyani.
Ia menegaskan, sesuai arahan Bupati Gorontalo, pemerintah daerah akan terus hadir, baik melalui bantuan kepada korban bencana maupun dukungan moral dan kelembagaan kepada para relawan yang berada di garis terdepan kemanusiaan.*













