Tonny Junus: Penanggulangan Kemiskinan Harus Tepat Sasaran, Bukan Sekadar Serapan Anggaran

Selasa, 27 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GORONTALO, Asumsi.id – Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus menegaskan bahwa keberhasilan penanggulangan kemiskinan tidak ditentukan semata-mata oleh besarnya anggaran, melainkan oleh ketepatan sasaran, integrasi program, dan dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Tonny saat memberikan materi pada Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Program/Kegiatan Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2026 oleh Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Gorontalo di Hotel Aston, Kota Gorontalo, Selasa (27/10/2026).

Selaku Ketua TKPKD Kabupaten Gorontalo, Tonny menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran daerah menuntut seluruh perangkat daerah untuk menyusun dan melaksanakan program secara cermat, terarah, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat miskin dan kelompok rentan miskin.

Ia menggarisbawahi lima landasan utama yang harus menjadi perhatian bersama, yakni kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), perencanaan berbasis data yang akurat, intervensi tepat sasaran, pemanfaatan anggaran secara efektif dan efisien, serta orientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA  Wamen ATR/Waka BPN Bahas Pentingnya UU Pengaturan Reforma Agraria dalam Diskusi Publik Ombudsman RI

“Jangan sampai anggaran habis terserap, tetapi persoalan kemiskinan tidak mengalami perubahan yang berarti. Setiap program harus direncanakan secara matang dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegas Tonny.

Menurutnya, TKPKD memiliki peran strategis untuk memastikan seluruh program penanggulangan kemiskinan berjalan terpadu, tidak tumpang tindih, serta menyasar keluarga yang benar-benar membutuhkan.

Dalam pemaparannya, Tonny menyoroti tiga tantangan utama penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Gorontalo, yaitu program antar-OPD yang berpotensi tumpang tindih, data sasaran yang belum terintegrasi secara optimal, serta keterbatasan ruang fiskal daerah.

Ia juga menekankan perlunya pembenahan basis data agar penyaluran bantuan tidak menimbulkan ketimpangan, ketika satu keluarga menerima beberapa jenis bantuan sekaligus, sementara keluarga lain yang membutuhkan justru belum tersentuh program pemerintah.

Karena itu, pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi salah satu kunci penting dalam memperbaiki ketepatan sasaran dan memperkuat koordinasi program lintas sektor.

BACA JUGA  Gubernur Kalsel Apresiasi Kuliner Khas Itik dan Bebek Amuntai di Harjad ke-73 HSU

Tonny kemudian memaparkan strategi penanggulangan kemiskinan melalui tiga pilar intervensi.

Pertama, mengurangi beban pengeluaran masyarakat. Upaya ini dilakukan melalui penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran dengan mengacu pada data yang akurat, sehingga dukungan pemerintah dapat menjangkau keluarga yang paling membutuhkan.

Kedua, meningkatkan pendapatan masyarakat. Pemerintah daerah perlu memperkuat pemberdayaan UMKM, memperluas akses permodalan, menyelenggarakan pelatihan vokasi, serta mengembangkan program padat karya untuk membuka kesempatan kerja dan meningkatkan produktivitas masyarakat.

Ketiga, meminimalkan kantong-kantong kemiskinan. Langkah ini diarahkan pada peningkatan kualitas lingkungan dan pemenuhan pelayanan dasar, antara lain melalui perbaikan rumah tidak layak huni, penyediaan sanitasi dan air bersih, serta peningkatan akses layanan kesehatan.

Menurut Tonny, ketiga pilar tersebut harus dijalankan secara terintegrasi dengan dukungan seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait.

BACA JUGA  Momentum Ramadhan 1444 H, Polres Bolmong Utara Salurkan Bansos

Ia mengingatkan bahwa program bantuan sosial tetap diperlukan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat. Namun, upaya tersebut perlu berjalan beriringan dengan program pemberdayaan ekonomi agar keluarga penerima manfaat memiliki peluang untuk meningkatkan pendapatan dan kemandirian.

“Optimalisasi TKPKD bukan semata-mata soal menambah anggaran, tetapi memastikan setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar menjangkau keluarga yang paling membutuhkan dan memberikan manfaat nyata,” ujarnya.

Melalui rapat koordinasi dan evaluasi tersebut, Tonny mengajak seluruh perangkat daerah memperkuat komitmen, menyelaraskan program, memperbarui data sasaran, serta memastikan setiap intervensi dapat dievaluasi berdasarkan hasil yang dicapai.

Ia berharap sinergi lintas sektor mampu mendorong penanggulangan kemiskinan yang lebih terukur, efektif, dan berkelanjutan demi mewujudkan Kabupaten Gorontalo yang lebih sejahtera, berkemajuan, dan berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

‎Bumi Perkemahan Bongohulawa Bergemuruh: Ratusan Pramuka Penegak Gorontalo Awali Petualangan di Kemah Satya Tunas 2026
Jaga Keamanan Aset, Dirjen SPPR Imbau para Pemilik Tanah untuk Pasang Patok Tanda Batas
Menaker Paparkan Penguatan Regulasi Pelindungan Pekerja di Forum Asia Pasifik
Aditya Pontoh Teken Addendum BPJS Kesehatan, Peserta JKN Boltara Bertambah 7.000 Jiwa
Pemkab Boltara Ikuti Verifikasi Lapangan PUG untuk Penghargaan Parahita Ekapraya 2026
Kapolres Boltara Pimpin Apel Operasi Patuh Klabat 2026, Prioritaskan Keselamatan Berlalu Lintas
Bupati Sofyan Puhi Tegaskan Komitmen Pemkab Gorontalo Dukung Pengembangan Pesantren
Bupati Sofyan Dorong Peran Strategis Pramuka di Penutupan KMD Gelombang – IV

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:07

Tonny Junus: Penanggulangan Kemiskinan Harus Tepat Sasaran, Bukan Sekadar Serapan Anggaran

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:32

‎Bumi Perkemahan Bongohulawa Bergemuruh: Ratusan Pramuka Penegak Gorontalo Awali Petualangan di Kemah Satya Tunas 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:12

Jaga Keamanan Aset, Dirjen SPPR Imbau para Pemilik Tanah untuk Pasang Patok Tanda Batas

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:00

Menaker Paparkan Penguatan Regulasi Pelindungan Pekerja di Forum Asia Pasifik

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:31

Aditya Pontoh Teken Addendum BPJS Kesehatan, Peserta JKN Boltara Bertambah 7.000 Jiwa

Berita Terbaru