PWI Sulut Award 2026: Ketua Umum PWI Ingatkan Jati Diri Wartawan Pejuang

Minggu, 8 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MANADO, Asumsi.id – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Akhmad Munir mengingatkan jati diri wartawan yakni seorang pejuang.

“PWI sendiri lahir pada tahun 1946, bersamaan dengan masa perjuangan kemerdekaan Indonesia,” kata Akhmad Munir, pada PWI Sulut Award 2026, di Manado, Sabtu (7/11/2026).

Dia mengatakan saat ini, anggota PWI mencapai hampir 40 ribu orang yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Sejarah panjang itu menjadi bukti bahwa PWI bukan organisasi baru, melainkan bagian dari sejarah bangsa,” katanya.

Apresiasi untuk PWI Sulut

Akhmad Munir menyampaikan apresiasi dan kebanggaan yang tinggi kepada PWI Sulawesi Utara yang berhasil menyelenggarakan PWI Sulut Award 2026, meski kepengurusannya belum genap satu tahun.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kerja keras, kekompakan, dan keseriusan pengurus PWI Sulut di bawah kepemimpinan Sintya Bojoh dalam membangun organisasi dan merawat kemitraan dengan pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Ini luar biasa. Kepengurusan belum setahun, tapi sudah bisa membuat acara sebesar PWI Sulut Award. Ini bukti PWI Sulut bekerja sungguh-sungguh, solid, dan dipercaya oleh banyak pihak,” ujar Munir.

BACA JUGA  Selamatkan Sejarah, Bupati Sofyan Puhi Dorong Penelusuran Naskah Kuno dan Manuskrip Budaya Gorontalo

Ia berharap prestasi tersebut menjadi pemicu bagi PWI Sulut untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat program organisasi, membesarkan PWI bersama-sama dg PWI provinsi lainnya di Indonesia.

Akhmad Munir memberikan pesan penting tentang peran wartawan bagi pemerintah daerah dan bangsa. Menurutnya, media bukan lawan pemerintah, melainkan mitra strategis untuk memajukan daerah. Bersama para pemangku kepentingan, PWI ikut merawat dan menjaga demokrasi serta mendorong pembangunan agar berjalan dengan baik.

“Kami merasa masih banyak ‘utang’ (kewajiban) yang harus ditunaikan. PWI sebagai wartawan pejuang, PWI harus terus berjuang berkontribusi memajukan bangsa dan negara, melanjutkan nilai historisnya dan nilai kejuangan ini masih relevan sampai saat ini,” kata Munir.

Munir juga menyoroti era media sosial saat ini yang menjadi tantangan sekaligus peluang bagi wartawan. Informasi yang beredar di masyarakat sudah banjir, namun ibarat obat, jika terlalu banyak bisa menjadi racun. Sebab, ada berita bohong, fitnah, dan informasi yang dipelintir bercampur baur di ruang publik.

BACA JUGA  ‎Bupati Sirajudin Tegaskan Disiplin ASN, Kepala OPD Diminta Jadi Pengawas Langsung

Namun, ketika masyarakat keracunan berita hoaks, obatnya adalah informasi yang benar, akurat, dan tervalidasi. Hal itu hanya bisa dilakukan melalui kerja profesional wartawan, dan tidak dapat dilakukan oleh mereka yang tidak profesional. Berita hasil kerja wartawan bisa menjadi oksigen dan energi bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang sehat.

“Kami yakin warga menginginkan berita yang akurat, karena itu, pastikan jati diri wartawan, pelihara profesionalisme dan integritas,” pesan Munir kepada seluruh wartawan yang hadir.

Munir menyinggung soal oknum wartawan yang memeras dan menakuti pejabat dan pihak lainnya. Ia meminta agar praktik tersebut dilawan.

“Kalau ada yang mengancam, hadapi dan laporkan ke Kabid Humas Polda Sulut,” katanya.

Ia juga mendorong para pejabat untuk tidak alergi terhadap wartawan. Menurutnya, wartawan adalah kontrol sosial agar pejabat bekerja dengan baik.

Karena itu, ia mengajak pemerintah untuk mendorong kemitraan, merangkul wartawan, dan mudah diwawancarai demi keterbukaan informasi publik.

Ketua PWI Sulut Sintya Bojoh mengatakan pihaknya mengapresiasi hubungan yang terjalin baik antara wartawan dan pemerintah daerah maupun swasta lainnya.

BACA JUGA  Pengukuran Terjadwal Jadi Cara Kementerian ATR/BPN Benahi Alur Kerja Petugas Ukur dan Edukasi Masyarakat

Dia berharap PWI dan pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya akan bersama-sama membangun daerah Sulut.

PWI Sulut Award 2026 memberikan penghargaan kepada sejumlah kepala daerah, perbankan, dan swasta yang dinilai berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun pembangunan manusia di Sulut.

PWI Terus Bersinergi Bersama Stakeholder

Di akhir acara, Akhmad Munir menegaskan bahwa PWI akan terus bersinergi dan berkolaborasi bersama seluruh stakeholder — pemerintah daerah, TNI-Polri, dunia usaha, perbankan, perguruan tinggi, dan masyarakat — dalam membangun daerah dan bangsa.

Sinergi tersebut, menurut Munir, merupakan wujud nyata jati diri wartawan pejuang: tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga hadir sebagai mitra pembangunan, penjaga demokrasi, dan perekat persatuan bangsa.

“PWI tidak bisa berjalan sendiri. Kita harus bersinergi dengan semua stakeholder. Bersama-sama kita rawat demokrasi, kita kawal pembangunan, dan kita majukan Sulawesi Utara serta Indonesia,” tegas Munir.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

‎HUT ke-353 Kabupaten Gorontalo: Guyuran Hujan Jadi Saksi Soliditas dan Tekad Kuat Pemkab Gorontalo
Penuh Haru di Arena Jumbara: Keluarga David Bobihoe Wariskan PIN Emas Bersejarah untuk Sofyan Puhi di Usia ke-63
Wamen Ossy Laporkan Progres Dukungan Kementerian ATR/BPN dalam Percepatan Pembangunan KSPEAN di Empat Provinsi Prioritas
Jusnan Mokoginta Kembali Pimpin Percasi Boltara Periode 2026–2030
Kementerian ATR/BPN Catat Redistribusi Tanah 4,39 Juta Hektare dalam Pelaksanaan Reforma Agraria
Hampir Dua Tahun Berjalan, Navigasi Iman Jadi Gerakan Memakmurkan Masjid di Kabupaten Gorontalo 
Kemnaker Tetapkan Ketentuan BSU 2026, Pekerja Berhak Terima Bantuan Rp900 Ribu
Cegah Kekosongan dan Obat Kedaluwarsa, Sekda Sugondo Tekankan Kepatuhan RKO

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 00:11

PWI Sulut Award 2026: Ketua Umum PWI Ingatkan Jati Diri Wartawan Pejuang

Sabtu, 7 November 2026 - 23:04

‎HUT ke-353 Kabupaten Gorontalo: Guyuran Hujan Jadi Saksi Soliditas dan Tekad Kuat Pemkab Gorontalo

Sabtu, 7 November 2026 - 12:39

Penuh Haru di Arena Jumbara: Keluarga David Bobihoe Wariskan PIN Emas Bersejarah untuk Sofyan Puhi di Usia ke-63

Sabtu, 7 November 2026 - 11:59

Wamen Ossy Laporkan Progres Dukungan Kementerian ATR/BPN dalam Percepatan Pembangunan KSPEAN di Empat Provinsi Prioritas

Jumat, 6 November 2026 - 17:00

Jusnan Mokoginta Kembali Pimpin Percasi Boltara Periode 2026–2030

Berita Terbaru