Bupati Nelson Usulkan 5 Langkah Strategi Pengembangan Kelapa Ke Bappenas

Selasa, 17 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asumsi.id – Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo, juga selaku Ketua Umum Koalisi Pemerintah Penghasil Kelapa (Kopek), memaparkan empat strategi pengembangan kelapa di hadapan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.

Sebelumnya, Nelson memenuhi undangan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Kampus IPB, Selasa (17/12).

Kegiatan itu bertujuan merumuskan solusi konkret untuk pemenuhan bahan baku industri kelapa yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.

Dalam FGD tersebut, Prof. Nelson menyampaikan pentingnya hilirisasi industri kelapa sebagai langkah strategis untuk menindaklanjuti Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Dana Perkebunan.

“Pemerintah tidak hanya fokus pada sektor hulu, tetapi juga bagaimana hilirisasi industri kelapa dapat ditetapkan secara konkret,” ujarnya.

BACA JUGA  Pj. Bupati Bolmut Hadiri Perayaan HUT GMIBM Wilayah Boroko ke-18

Prof. Nelson pun mengusulkan lima langkah strategis untuk pengembangan sektor kelapa:

Pertama, IPB sebagai Pusat Data dan Riset Kelapa. Nelson mengusulkan agar Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi pusat penelitian dan pengumpulan data kelapa secara nasional.

Kedua, Insentif untuk Pengembangan Hulu dan Hilir. Pemerintah diminta memberikan insentif bagi petani kelapa di sektor hulu serta pelaku industri di sektor hilir guna mendorong produktivitas dan daya saing.

Ketiga, Negosiasi dan Transparansi Harga Kelapa. Pemerintah harus berperan aktif dalam menyediakan informasi yang akurat dan transparan mengenai harga kelapa di tingkat nasional dan internasional.

Keempat, Penyusunan Road Map Kelapa. IPB diharapkan menyusun peta jalan pengembangan kelapa, baik di sektor hulu (produksi) maupun hilir (pengolahan industri), untuk jangka panjang 2025-2045.

BACA JUGA  Bupati Sofyan Puhi Pimpin Apel Pengamanan Ketupat 2026, Tekankan Stabilitas dan Dedikasi Aparat

Kelima, Integrasi Kebijakan Program Pemerintah. Prof. Nelson mendorong agar kebijakan makanan gratis dari pemerintahan Presiden Prabowo dapat memanfaatkan produk turunan kelapa, seperti susu kelapa.

“Ini diharapkan dapat meningkatkan konsumsi kelapa dan berdampak positif pada kesejahteraan petani kelapa,” tandasnya.

Disamping itu, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan sektor industri disebut sangat penting dalam mendorong keberlanjutan industri kelapa nasional. Olehnya FGD itu diharapkan menjadi langkah awal dalam penyusunan kebijakan strategis dan inovatif untuk meningkatkan nilai tambah industri kelapa Indonesia. *

Facebook Comments Box

Berita Terkait

‎Tertinggal Lebih Dulu, Korea Selatan Bangkit Tekuk Ceko 2-1
‎Hasil Piala Dunia 2026: Meksiko Tundukkan Afrika Selatan 2-0 di Grup A
Heriyus Apresiasi Panen Nila Kelompok Tani Pakat Bersama
Sambut PENAS KTNA XVII, Kabupaten Gorontalo Tawarkan Pesona Wisata Unggulan
‎Usai Keluhan Siswa dan Guru, Distribusi MBG di Kaidipang Dihentikan Sementara
‎Bupati Boltara Temui Menteri ATR/BPN, Bahas RDTR dan Hilirisasi Pertanian
Desa Iloponu Jalani Monev Desa Antikorupsi 2026, Perkuat Transparansi dan Akuntabilitas
‎Pemkab Gorontalo Perkuat Pelaporan Data Stunting, Targetkan Prevalensi Turun Jadi 24 Persen

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:08

‎Tertinggal Lebih Dulu, Korea Selatan Bangkit Tekuk Ceko 2-1

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:13

‎Hasil Piala Dunia 2026: Meksiko Tundukkan Afrika Selatan 2-0 di Grup A

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:29

Heriyus Apresiasi Panen Nila Kelompok Tani Pakat Bersama

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:17

Sambut PENAS KTNA XVII, Kabupaten Gorontalo Tawarkan Pesona Wisata Unggulan

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:45

‎Usai Keluhan Siswa dan Guru, Distribusi MBG di Kaidipang Dihentikan Sementara

Berita Terbaru