LIMBOTO, Asumsi.id – Bupati Gorontalo Sofyan Puhi melakukan pertemuan maraton dengan pimpinan dan jajaran 12 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) strategis. Pertemuan berlangsung di ruang Dulohupa Kantor Bupati, Senin (5/1/2026), dalam rangka memastikan anggaran senilai hampir Rp16 miliar terserap tepat sasaran untuk membangkitkan sektor UMKM.
Terlihat, langkah ini menandai dimulainya era “Restorasi Ekonomi Rakyat”, di mana UMKM ditetapkan sebagai poros utama pertumbuhan ekonomi daerah. Bupati Sofyan menegaskan bahwa anggaran tersebut bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan “peluru” untuk memperkuat modal usaha, membuka akses pasar yang selama ini tertutup, hingga mendampingi pelaku usaha dari hulu ke hilir.
“Kami tidak ingin ada pelaku usaha yang berjalan sendiri. Yang butuh modal, kami siapkan. Yang sudah punya produk tapi bingung menjualnya, kami bukakan akses pasarnya. Bahkan, mereka yang baru punya semangat pun akan kami rangkul,” tegas Bupati Sofyan kepada gorontalokab.go.id, Selasa.
Ia menekankan bahwa intervensi pemerintah tahun ini harus lebih personal dan menyesuaikan kebutuhan riil tiap pelaku usaha, bukan sekadar program “bagi-bagi” tanpa dampak.
Untuk menjamin transparansi, rapat tersebut difokuskan pada pemantapan Petunjuk Teknis (Juknis). Bupati memberikan tenggat waktu hanya satu hingga dua hari agar Juknis 12 OPD tersebut rampung dan siap dieksekusi. Ia pun mensyaratkan empat poin utama, yakni, sasaran harus jelas, kriteria penerima tidak tumpang tindih, jadwal pelaksanaan terukur, dan sistem evaluasi yang akuntabel.
Adapun 12 OPD yang dikomandoi langsung oleh Bupati mencakup lintas sektor, mulai dari Dinas Koperasi dan UKM, Perindag, hingga dinas-dinas produktif seperti Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Pariwisata.
Sinergi lintas dinas ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem UMKM yang tangguh, menjadikan Kabupaten Gorontalo sebagai lumbung ekonomi kreatif yang mandiri dan berkelanjutan sepanjang tahun 2026.*













