BEKASI, Asumsi.id – Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, tancap gas memperluas peluang kerja bagi putra-putri daerah dengan menjajaki kerja sama strategis pengiriman tenaga kerja profesional ke Malaysia.
Langkah itu dipertegas melalui kunjungan kerja ke BLK-LN Sukses Mandiri Utama, Rabu (25/02/2026).
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah diteken pada 2025 di Limboto
Kali ini, fokus pembahasan diarahkan pada pematangan skema pelatihan, sertifikasi, hingga mekanisme penempatan tenaga kerja migran secara resmi dan terproteksi hukum.
Didampingi Asisten I Nawir Tondako, Kadis Perhubungan Irawaty Usman, Kepala Badan Pendapatan Dewi Usman, serta jajaran Kabag Kerjasama Global dan Kabag Hukum, Sofyan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan setiap tenaga kerja yang diberangkatkan memiliki kompetensi, kesiapan mental, serta perlindungan hukum yang jelas.
“Kami tidak ingin ada lagi tenaga kerja berangkat tanpa kesiapan. Semua harus terlatih, tersertifikasi, dan berangkat melalui jalur resmi. Itu komitmen kami,” tegas Sofyan.
Pemkab Gorontalo berencana mengadopsi pola pengelolaan dan sistem pelatihan profesional yang diterapkan BLK-LN tersebut untuk diterapkan di Balai Latihan Kerja milik pemerintah daerah.
Strategi ini dinilai krusial guna meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal di pasar global, khususnya Malaysia yang masih membuka peluang besar bagi tenaga kerja terampil.
Langkah progresif ini juga menjadi bagian dari strategi besar Pemkab Gorontalo dalam menekan angka pengangguran dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui remitansi pekerja migran yang legal dan produktif.
Dengan skema yang lebih terstruktur dan profesional, Pemkab Gorontalo optimistis pengiriman tenaga kerja ke luar negeri tidak sekadar membuka lapangan kerja, tetapi juga menghadirkan perlindungan, kepastian hukum, serta nilai tambah ekonomi bagi daerah.*








