Gulir Untuk Melanjutkan Konten
BeritaLimbotoRegional

Bupati Sofyan Tegaskan Disiplin ASN, Pencegahan HIV, Anti Korupsi hingga Transparansi Zakat di Apel KORPRI

82
×

Bupati Sofyan Tegaskan Disiplin ASN, Pencegahan HIV, Anti Korupsi hingga Transparansi Zakat di Apel KORPRI

Sebarkan artikel ini

LIMBOTO, Asumsi.id – Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, bertindak sebagai pembina apel sekaligus memberikan arahan pada Apel Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Bulan Desember 2025 yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Gorontalo, Rabu (17/12/2025).

Apel tersebut diikuti pejabat eselon II, III, dan IV, serta seluruh ASN dan PPPK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Kegiatan dirangkaikan dengan peringatan lima momentum nasional dan internasional sekaligus, yakni Hari AIDS Sedunia ke-37, Hari Bakti Pekerjaan Umum ke-80, Hari Disabilitas Internasional ke-40, Hari Anti Korupsi Sedunia ke-22, dan Hari Bela Negara ke-77.

Dalam arahannya, Bupati Sofyan menjelaskan penggabungan sejumlah peringatan tersebut dilakukan untuk mengurangi kegiatan seremonial tanpa mengurangi makna substansi peringatan.

“Peringatan Hari AIDS Sedunia bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum evaluasi. Data yang ada menunjukkan masih terdapat kasus, sehingga penting bagi kita semua menjaga diri dan keluarga,” ujar Sofyan.

BACA JUGA  Kendalikan Inflasi Daerah, Pemkab Bolmut Tandatangani MoU Dengan Pemerintah Mitra

Ia juga mengimbau seluruh ASN agar tidak ragu mengikuti tes HIV apabila nantinya tim medis melakukan pemeriksaan di lingkungan kerja. Menurutnya, kerahasiaan hasil pemeriksaan dijamin sepenuhnya.

“Kami yakin dan percaya ASN di Kabupaten Gorontalo bebas HIV. Tes ini untuk memastikan dan menjaga bersama,” tegasnya.

Terkait Hari Bakti Pekerjaan Umum, Sofyan menyampaikan apresiasi kepada jajaran teknis yang terus bekerja di tengah berbagai keterbatasan anggaran. Ia menekankan pentingnya peningkatan koordinasi agar pembangunan infrastruktur tetap berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan kemampuan keuangan daerah.

Pada peringatan Hari Disabilitas Internasional, Bupati Sofyan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus membenahi layanan publik yang ramah disabilitas.

“Masih ada kantor layanan publik yang belum sepenuhnya aksesibel. Ini akan kita lengkapi secara bertahap agar penyandang disabilitas mendapat pelayanan yang setara dan bermartabat,” katanya.

BACA JUGA  Bupati Sofyan Puhi Pastikan Penambahan BBM Subsidi untuk Petani dan Nelayan

Sementara itu, pada peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, Sofyan menekankan bahwa upaya pencegahan korupsi harus dimulai dari diri sendiri, tidak hanya sebatas slogan.

“Saya mengapresiasi ASN yang telah melaporkan harta kekayaannya. Ini bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi tanggung jawab moral,” ujarnya.

Ia menambahkan, korupsi tidak selalu berbentuk uang, melainkan juga dapat berupa kelalaian terhadap tanggung jawab dan disiplin kerja.

“Ketidakhadiran dalam apel, kegiatan keagamaan, atau tugas pelayanan publik juga merupakan bentuk pengingkaran terhadap sumpah dan komitmen ASN,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti transparansi kewajiban zakat ASN melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Ia menyampaikan bahwa pengumuman data zakat ASN akan terus dilakukan pada setiap apel sebagai bentuk akuntabilitas.

BACA JUGA  Menjelang Akhir Masa Jabatan, Bupati Nelson Pomalingo Mulai Berkemas Tinggalkan Ruang Kerja

“Masih ada OPD dan kecamatan dengan laporan zakat nol. Ini berarti belum ada pembayaran zakat, padahal zakat merupakan kewajiban ASN sebesar 2 persen dari pendapatan,” ungkapnya.

Sofyan menyebutkan RSUD Limboto sebagai OPD dengan kontribusi zakat tertinggi, dan meminta OPD lain menjadikannya sebagai contoh.

“Pengumuman ini sengaja disampaikan terbuka agar menjadi pengingat, meningkatkan kesadaran, dan membersihkan diri melalui kewajiban zakat,” jelasnya.

Menutup arahannya, Bupati berharap seluruh ASN konsisten menjalankan Panca Prasetya Korpri serta meningkatkan kinerja dan disiplin kerja memasuki tahun 2026.

“Disiplin waktu mulai terlihat hingga ke tingkat desa. Ini harus terus dipertahankan agar pelayanan publik semakin baik. Kita menatap 2026 dengan penuh optimisme,” pungkasnya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *