Dari Gorontalo ke Panggung Nasional, Nelson Pomalingo Tancap Gas Wujudkan Pusat Pembibitan Terpadu Bersama Zulhas

Selasa, 14 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Asumsi.id – Kiprah tokoh putra daerah Gorontalo, Prof. Nelson Pomalingo, kian menegaskan perannya di level nasional. Mantan Bupati Gorontalo dua periode ini kini berada di garis depan perumusan proyek strategis pusat pembibitan tanaman perkebunan dan kehutanan terpadu di Lampung, bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.

Tak butuh waktu lama pasca kunjungan lapangan di Lampung, Prof. Nelson Pomalingo langsung bergerak cepat. Selasa (14/4), ia menggelar rapat strategis bersama Menko Pangan Zulkifli Hasan guna mematangkan langkah konkret pembangunan kawasan pembibitan terpadu berbasis pendidikan, riset, dan sektor riil.

Dalam pertemuan tersebut, Nelson tidak sekadar hadir, tetapi tampil sebagai motor penggerak gagasan integrasi antara kampus dan kawasan produktif. Konsep yang diusungnya menempatkan perguruan tinggi sebagai pusat inovasi yang langsung terhubung dengan kebutuhan masyarakat dan industri.

BACA JUGA  71 Kader PKB Kalteng Lulus Pendidikan Instruktur Kaderisasi

Pusat pembibitan yang dirancang ini akan menjadi simpul utama pengembangan bibit unggul perkebunan dan kehutanan, sekaligus laboratorium hidup bagi mahasiswa dan peneliti. Di sisi lain, masyarakat akan memperoleh akses langsung terhadap bibit berkualitas untuk mendorong produktivitas sektor pertanian dan kehutanan.

“Ini bukan sekadar proyek pembangunan, tetapi lompatan besar dalam cara kita mengelola potensi. Kampus, riset, dan masyarakat harus terhubung dalam satu ekosistem yang saling menguatkan,” tegas Nelson.

Rekam jejaknya sebagai Bupati Gorontalo dua periode menjadi fondasi kuat dalam merancang model pembangunan berbasis kolaborasi. Pengalaman tersebut kini dibawa ke level yang lebih luas, dengan skala nasional dan dampak yang jauh lebih besar.

BACA JUGA  Lantik Pejabat Struktural, Menteri ATR/Kepala BPN: Layani Masyarakat dengan Hati, Bukan Transaksi

Proyek strategis ini juga melibatkan sejumlah institusi penting, seperti Kementerian Pertanian RI, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Indonesia Mandiri Lampung, serta pemerintah daerah setempat. Sinergi lintas sektor ini menjadi kunci agar pembangunan berjalan cepat, terarah, dan berkelanjutan.

Lebih dari itu, Nelson menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari agenda besar menuju kemandirian pangan nasional dan penguatan ekonomi berbasis sumber daya lokal.

“Kita ingin melahirkan model percontohan nasional. Jika ini berhasil, konsepnya bisa direplikasi di berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya optimistis.

Dengan dukungan penuh pemerintah pusat, proyek pusat pembibitan terpadu di Lampung ini diproyeksikan menjadi tonggak baru integrasi antara dunia akademik, riset, dan sektor riil di Indonesia.*

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Akhir Perjuangan Panjang, Sertipikat Tanah Mbah Tupon Kembali ke Tangan yang Berhak
Wamen Ossy Saksikan Penyerahan Denda Administratif Rp11,4 Triliun oleh Satgas PKH sebagai Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara
Menghadiri Konsinyering DPP-DPW PSI di Jakarta, Prof. Fory Armin Naway Siap “Tancap Gas”
Menaker: Perjanjian Kerja Bersama Harus Dikawal, Tantangan Ada pada Implementasi
Antusiasme Tinggi, Menaker Ajukan Tambahan 150 Ribu Kuota Magang Nasional 2026
Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya
Tambah Kuota Rumah Subsidi dan BSPS di Sulawesi Utara, Menteri PKP Dorong Kepala Daerah Berinovasi
Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Dimulai, Lebih dari 10 Ribu Peserta Ikuti Batch I

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 22:05

Dari Gorontalo ke Panggung Nasional, Nelson Pomalingo Tancap Gas Wujudkan Pusat Pembibitan Terpadu Bersama Zulhas

Selasa, 14 April 2026 - 16:21

Akhir Perjuangan Panjang, Sertipikat Tanah Mbah Tupon Kembali ke Tangan yang Berhak

Minggu, 12 April 2026 - 19:43

Menghadiri Konsinyering DPP-DPW PSI di Jakarta, Prof. Fory Armin Naway Siap “Tancap Gas”

Sabtu, 11 April 2026 - 12:10

Menaker: Perjanjian Kerja Bersama Harus Dikawal, Tantangan Ada pada Implementasi

Jumat, 10 April 2026 - 12:01

Antusiasme Tinggi, Menaker Ajukan Tambahan 150 Ribu Kuota Magang Nasional 2026

Berita Terbaru