Dishub Tangsel Wajibkan Terminal dan PO Bus Kelola Sampah Secara Mandiri

Selasa, 13 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dishub Tangsel saat menggelar ramp check di Terminal Pondok Cabe Tangsel, (Foto: Istimewa).

Dishub Tangsel saat menggelar ramp check di Terminal Pondok Cabe Tangsel, (Foto: Istimewa).

TANGERANG SELATAN, Asumsi.id – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) resmi mengeluarkan instruksi tegas bagi seluruh pengelola fasilitas transportasi publik di wilayahnya.

Mulai saat ini, Perusahaan Otobus (PO), pengelola terminal, hingga halte diwajibkan untuk melakukan pengolahan sampah secara mandiri guna menekan volume limbah di kota tersebut.

Kepala Dishub Tangsel, Ayep Jajat Sudrajat mengatakan, langkah itu dilakukan sebagai upaya untuk menekan jumlah produksi sampah.

“Fasilitas transportasi publik di Kota Tangsel, baik itu Terminal, halte, Stasiun kereta api, hingga PO bus harus melakukan upaya pengolahan sampah secara mandiri,” kata Ayep kepada awak media Selasa, (13/1/2026).

Ayep sendiri belum bisa memastikan berapa banyak produksi sampah yang dihasilkan perharinya dari aktivitas di simpul fasilitas transportasi publik. Namun langkah itu diharapkan bisa membantu Pemkot Tangsel dalam mengatasi masalah persampahan.

BACA JUGA  PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

“Sedang kami data berapa produksi sampah perhari, perminggu dan perbulan jumlah keseluruhan,” imbuhnya.

Ayep merincikan, sampah yang dihasilkan terdiri dari kategori organik, anorganik, dan residu. Sebagai solusi teknis, ia menyarankan agar sampah organik dikelola menjadi komposter melalui pembuatan lubang biopori atau budidaya maggot di area masing-masing fasilitas.

Sementara itu, untuk sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomis, pengelola diminta untuk bekerjasama dengan bank sampah agar limbah tersebut dapat didaur ulang.

Ayep menyebut, berdasarkan hasil monitoring di lapangan, sejumlah fasilitas transportasi sebenarnya sudah mulai menerapkan pola pengelolaan mandiri. Meski demikian, Dishub berkomitmen untuk memperkuat aturan ini agar pelaksanaannya lebih optimal dan konsisten.

BACA JUGA  KOPEK dan ICC Sepakat Luncurkan Program Penguatan Pemuda di Industri Kelapa

“Kami terus melakukan sosialisasi. Sebagian besar sebenarnya sudah mulai mengelola sendiri, namun koordinasi ini akan terus kita perkuat agar dampak pengurangan sampahnya benar-benar terasa secara signifikan bagi Kota Tangsel,” pungkas Ayep.*

Facebook Comments Box

Berita Terkait

800 Pramuka Penegak se-Gorontalo Ikuti Kemah Satya Tunas 2026 di Limboto
Kantor Pertanahan Boltara Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Perkuat Semangat Persatuan dan Pelayanan
‎Kapolres Boltara Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Tekankan Patriotisme dan Kepedulian Generasi Muda
‎Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Sekda Boltara Serahkan Bansos Pendidikan dan Bencana
Tonny Junus: Penanggulangan Kemiskinan Harus Tepat Sasaran, Bukan Sekadar Serapan Anggaran
‎Bumi Perkemahan Bongohulawa Bergemuruh: Ratusan Pramuka Penegak Gorontalo Awali Petualangan di Kemah Satya Tunas 2026
Jaga Keamanan Aset, Dirjen SPPR Imbau para Pemilik Tanah untuk Pasang Patok Tanda Batas
Menaker Paparkan Penguatan Regulasi Pelindungan Pekerja di Forum Asia Pasifik

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:01

800 Pramuka Penegak se-Gorontalo Ikuti Kemah Satya Tunas 2026 di Limboto

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:13

Kantor Pertanahan Boltara Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Perkuat Semangat Persatuan dan Pelayanan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:12

‎Kapolres Boltara Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Tekankan Patriotisme dan Kepedulian Generasi Muda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:52

‎Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Sekda Boltara Serahkan Bansos Pendidikan dan Bencana

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:07

Tonny Junus: Penanggulangan Kemiskinan Harus Tepat Sasaran, Bukan Sekadar Serapan Anggaran

Berita Terbaru