DWP Kemnaker Gelar Workshop untuk Bangun Lingkungan Kerja yang Peduli dan Responsif

Kamis, 25 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Asumsi.id — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggelar Workshop Penguatan Kapasitas Psychological First Aid (PFA) atau bantuan psikologis awal bagi pegawai Kemnaker dalam upaya membangun lingkungan kerja yang lebih peduli, suportif, dan responsif terhadap kondisi psikologis sesama pegawai.

Kegiatan yang diikuti pegawai dan anggota DWP Kemnaker ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta keterampilan peserta dalam memberikan dukungan psikologis awal, membangun komunikasi yang empatik, dan memperkuat budaya saling peduli di lingkungan kerja.

Dalam sambutannya, Penasihat I DWP Kemnaker, Sumarni Yassierli, mengatakan lingk ungan kerja yang sehat perlu dibangun melalui kepedulian, empati, dan kemampuan untuk saling mendukung antarsesama pegawai.

Menurutnya, tantangan dan dinamika dunia kerja yang terus berkembang menuntut setiap individu tidak hanya memiliki kompetensi yang baik, tetapi juga kepekaan terhadap kondisi psikologis rekan kerja di sekitarnya.

BACA JUGA  Bolmut Rayakan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan Tema Cinta kepada Nabi

“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta dapat memahami pentingnya dukungan psikologis awal, membangun komunikasi yang lebih empatik, serta menumbuhkan budaya saling peduli di lingkungan kerja,” ujar Sumarni melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Kamis (25/6/2026).

Ia menambahkan, kemampuan mendengarkan, memahami, dan memberikan dukungan yang tepat merupakan keterampilan penting yang dapat membantu menciptakan suasana kerja yang nyaman, harmonis, dan produktif.

Kegiatan ini melibatkan narasumber dari Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh civitas akademika Universitas Mercu Buana.

Empat narasumber yang hadir dalam kegiatan tersebut, yaitu Ahmad Naufalul Umam dengan materi Pengenalan Psychological First Aid, Istiqomah dengan materi Langkah-Langkah Melakukan PFA, Rizki Dawanti dengan materi Teknik Komunikasi Terapeutik, serta Dearly dengan materi Teknik Stabilisasi Emosi.

BACA JUGA  Sertipikat Tanah Ulayat Jadi Benteng Nagari dalam Menjaga Kepemilikan Adat

Selain sesi pemaparan materi, peserta juga mengikuti praktik dan simulasi (role play) untuk memperkuat pemahaman serta kemampuan dalam menerapkan konsep-konsep yang telah dipelajari.

Dalam pemaparannya, Ahmad Naufalul Umam menjelaskan bahwa Psychological First Aid merupakan tindakan segera untuk mengurangi dampak negatif stres dan mencegah munculnya gangguan kesehatan mental yang lebih berat sebagai respons terhadap peristiwa traumatis.

Menurutnya, trauma dapat muncul akibat peristiwa yang dialami maupun disaksikan, baik berupa trauma akut yang terjadi akibat satu peristiwa berat maupun trauma kronis yang muncul akibat tekanan atau kon disi sulit yang berlangsung dalam waktu lama.

“PFA bertujuan mengurangi dan mencegah dampak psikologis yang lebih buruk akibat bencana atau situasi sulit, sekaligus memperkuat proses pemulihan psikologis,” kata Naufalul.

BACA JUGA  Pastikan Jaminan Kesehatan Masyarakat, Sekda Sugondo Makmur Pimpin Rekonsiliasi Data Peserta BPJS PBPU

Sementara itu, Istiqomah menjelaskan bahwa bantuan psikologis awal atau Psychological First Aid (PFA) dilakukan melalui tiga prinsip utama, yaitu Look (mengamati kondisi dan kebutuhan), Listen (mendengarkan dengan empati), dan Link (menghubungkan dengan bantuan yang dibutuhkan).

Menurutnya, ketiga prinsip tersebut bertujuan membantu individu yang mengalami situasi krisis agar merasa lebih aman, tenang, dan memperoleh dukungan yang diperlukan dalam proses pemulihan.

“Dengan menerapkan prinsip Look, Listen, dan Link, bantuan psikologis awal dapat diberikan secara sederhana namun tetap efektif,” ujar Istiqomah.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemangku Adat Sepakat Anugerahi Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi
ATR/BPN Dekat Permudah Akses Masyarakat Dapatkan Layanan Pertanahan
PKBM Raden Syahid Hadir di Desa Selopuro, Buka Akses Pendidikan Kesetaraan Gratis bagi Masyarakat
‎Buka Kajian Islam Malam Jumat, Sofyan Puhi: Mengajak Kebaikan Butuh Perjuangan
Buka Kongres Nasional ke-V API, Wapres Tekankan Penguatan Toleransi untuk Jaga Persatuan Bangsa
Menaker Ungkap Poin Penting UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang Wajib Diketahui Pekerja
‎URC Resmob Limango Gerak Cepat Tangani Aduan Pengancaman dengan Parang di Pasar Boroko
Tinjau INACRAFT 2026 Youthpreneurs, Wapres Gibran Dukung Produk Kreatif Wirausahawan Muda

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:43

Pemangku Adat Sepakat Anugerahi Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:45

ATR/BPN Dekat Permudah Akses Masyarakat Dapatkan Layanan Pertanahan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:32

PKBM Raden Syahid Hadir di Desa Selopuro, Buka Akses Pendidikan Kesetaraan Gratis bagi Masyarakat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:13

‎Buka Kajian Islam Malam Jumat, Sofyan Puhi: Mengajak Kebaikan Butuh Perjuangan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:16

Buka Kongres Nasional ke-V API, Wapres Tekankan Penguatan Toleransi untuk Jaga Persatuan Bangsa

Berita Terbaru