‎Kasus HIV di Halmahera Selatan Terus Meningkat, PB HIPMABOL-MALUT Minta Penanganan Serius

Rabu, 21 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halsel, Asumsi.id – Kepala Bidang Keperempuanan Pengurus Besar Himpunan Pelajar Mahasiswa Botang Lomang Maluku Utara (PB HIPMABOL-MALUT), Nabila Rinto, menyoroti peningkatan jumlah kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) yang menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa tahun terakhir.

‎Sorotan tersebut disampaikan menyusul pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Selatan, Aisyah Hasim, terkait perkembangan kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di wilayah tersebut.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Halsel, tercatat sebanyak 19 kasus HIV pada tahun 2020, kembali 19 kasus pada 2021, kemudian meningkat menjadi 32 kasus pada 2022. Pada 2023 tercatat 28 kasus, naik menjadi 36 kasus pada 2024, dan meningkat signifikan pada 2025 dengan total 51 kasus.

BACA JUGA  Disambut Meriah, Bupati dan Wakil Bupati Bolmut Kembali ke Daerah Usai Retreat

Data tersebut dilansir dari media bacapost.com dalam berita berjudul “Kasus HIV di Halmahera Selatan Meningkat, Dinkes Catat 185 Kasus dalam Lima Tahun Terakhir”, Selasa (20/1/2026).

‎Menanggapi hal itu, Nabila Rinto menilai peningkatan kasus HIV harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, hingga tokoh masyarakat.

‎“Lonjakan kasus ini tidak bisa dianggap sebagai persoalan kesehatan semata. Ini juga berkaitan dengan rendahnya edukasi kesehatan, minimnya kesadaran masyarakat, serta masih terbatasnya akses informasi terkait pencegahan penyakit menular,” ujar Nabila.

‎Ia menegaskan perlunya langkah konkret dan berkelanjutan, seperti penguatan edukasi kesehatan reproduksi, perluasan layanan pemeriksaan HIV, serta pendampingan bagi kelompok rentan. Menurutnya, pemerintah daerah perlu lebih aktif melakukan pendekatan langsung ke masyarakat.

‎Selain itu, Nabila juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam upaya pencegahan HIV. Perempuan dinilai memiliki posisi strategis sebagai agen edukasi di lingkungan keluarga maupun sosial, sekaligus sebagai kelompok yang kerap terdampak secara sosial dan psikologis ketika kasus HIV muncul.

‎PB HIPMABOL-MALUT berharap Dinas Kesehatan Halmahera Selatan dapat memperluas program sosialisasi, menyediakan layanan tes HIV yang gratis dan mudah diakses, serta memperkuat sistem pendampingan bagi pasien agar tidak mengalami stigma dan diskriminasi sosial.

‎“Penanganan isu HIV harus dilakukan secara terbuka, serius, dan berkelanjutan. Jika tidak, peningkatan kasus akan terus terjadi dan berdampak luas, terutama bagi generasi muda di Halmahera Selatan,” tutupnya.*

Facebook Comments Box

Berita Terkait

‎Bupati Boltara Lantik Sejumlah Pejabat, Ini Daftar Nama dan Jabatannya
Wabup Tonny Dorong Generasi Qur’ani Sejak Usia Dini
Sekda Sugondo: Satu Data Harus Bertransformasi, Pemkab Gorontalo Mulai Dorong Pemerintahan Berbasis AI
Pemerintah Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027
Kemnaker dan BAZNAS Perluas Akses Kerja Inklusif bagi Mustahik dan Penyandang Disabilitas
Prabowo Lantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan
Dinas PU Kabupaten Gorontalo Pacu Infrastruktur UMKM, Kesehatan dan Pariwisata di APBD-P 2026
Sentuh Tanahku Mudahkan Akses Informasi bagi Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan IN-Apps Digital Award 2026

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:04

‎Bupati Boltara Lantik Sejumlah Pejabat, Ini Daftar Nama dan Jabatannya

Rabu, 16 September 2026 - 14:58

Wabup Tonny Dorong Generasi Qur’ani Sejak Usia Dini

Rabu, 16 September 2026 - 12:32

Sekda Sugondo: Satu Data Harus Bertransformasi, Pemkab Gorontalo Mulai Dorong Pemerintahan Berbasis AI

Rabu, 16 September 2026 - 00:15

Pemerintah Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027

Selasa, 15 September 2026 - 00:03

Kemnaker dan BAZNAS Perluas Akses Kerja Inklusif bagi Mustahik dan Penyandang Disabilitas

Berita Terbaru