Halsel, Asumsi.id – Kepala Bidang Keperempuanan Pengurus Besar Himpunan Pelajar Mahasiswa Botang Lomang Maluku Utara (PB HIPMABOL-MALUT), Nabila Rinto, menyoroti peningkatan jumlah kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) yang menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa tahun terakhir.
Sorotan tersebut disampaikan menyusul pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Selatan, Aisyah Hasim, terkait perkembangan kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di wilayah tersebut.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Halsel, tercatat sebanyak 19 kasus HIV pada tahun 2020, kembali 19 kasus pada 2021, kemudian meningkat menjadi 32 kasus pada 2022. Pada 2023 tercatat 28 kasus, naik menjadi 36 kasus pada 2024, dan meningkat signifikan pada 2025 dengan total 51 kasus.
Data tersebut dilansir dari media bacapost.com dalam berita berjudul “Kasus HIV di Halmahera Selatan Meningkat, Dinkes Catat 185 Kasus dalam Lima Tahun Terakhir”, Selasa (20/1/2026).
Menanggapi hal itu, Nabila Rinto menilai peningkatan kasus HIV harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, hingga tokoh masyarakat.
“Lonjakan kasus ini tidak bisa dianggap sebagai persoalan kesehatan semata. Ini juga berkaitan dengan rendahnya edukasi kesehatan, minimnya kesadaran masyarakat, serta masih terbatasnya akses informasi terkait pencegahan penyakit menular,” ujar Nabila.
Ia menegaskan perlunya langkah konkret dan berkelanjutan, seperti penguatan edukasi kesehatan reproduksi, perluasan layanan pemeriksaan HIV, serta pendampingan bagi kelompok rentan. Menurutnya, pemerintah daerah perlu lebih aktif melakukan pendekatan langsung ke masyarakat.
Selain itu, Nabila juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam upaya pencegahan HIV. Perempuan dinilai memiliki posisi strategis sebagai agen edukasi di lingkungan keluarga maupun sosial, sekaligus sebagai kelompok yang kerap terdampak secara sosial dan psikologis ketika kasus HIV muncul.
PB HIPMABOL-MALUT berharap Dinas Kesehatan Halmahera Selatan dapat memperluas program sosialisasi, menyediakan layanan tes HIV yang gratis dan mudah diakses, serta memperkuat sistem pendampingan bagi pasien agar tidak mengalami stigma dan diskriminasi sosial.
“Penanganan isu HIV harus dilakukan secara terbuka, serius, dan berkelanjutan. Jika tidak, peningkatan kasus akan terus terjadi dan berdampak luas, terutama bagi generasi muda di Halmahera Selatan,” tutupnya.*










