Ketua PWI 15 Kabupaten/Kota Sulut Tolak SK Plt Vanny Laupatty: Abal-Abal dan Lecehkan Organisasi

Sabtu, 1 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asumsi.id – Pengurus dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di 15 kabupaten/kota se-Sulawesi Utara menyatakan bahwa Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI Sulut yang diberikan kepada Vanny Laupatty adalah tidak sah. Mereka menilai tindakan ini sebagai pelecehan terhadap organisasi PWI yang sah.

Ketua PWI Sulut periode 2021-2026, Voucke Lontaan, menegaskan bahwa Vanny Laupatty bukan lagi anggota PWI Sulut. Hal ini dibuktikan dengan Kartu Tanda Anggota (KTA) miliknya yang telah lebih dari 10 tahun tidak diperpanjang, sehingga keanggotaannya gugur secara otomatis sesuai dengan peraturan organisasi.

“Ini hal yang aneh. Sudah bukan anggota PWI Sulut, tapi menerima SK Plt Ketua PWI Sulut. Kami pasti akan telusuri siapa yang berada di balik ini. Apakah ada upaya mencatut nama sebagai Ketua Tim Media Center Gubernur Sulut Mayjen (Purn) Yulius Komaling sehingga diberikan SK oleh Zulmansyah Sekedang, Ketua Umum PWI Pusat hasil Kongres Luar Biasa ilegal,” tegas Voucke Lontaan.

BACA JUGA  Plt PWI Sulut Tertibkan Kepengurusan, Tegas Pecat Loyalis Hendry Ch Bangun

Zoom Meeting: 15 Kabupaten/Kota Menolak SK Plt Ketua PWI Sulut

Dalam rapat virtual yang digelar pada Jumat malam (28/2/2025), pengurus PWI Sulut bersama 15 Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) menyatakan sikap tegas menolak SK Plt Ketua PWI Sulut yang diberikan kepada Vanny Laupatty. Mereka menilai SK tersebut tidak sah dan tidak memiliki dasar hukum yang jelas.

“Jabatan saya sebagai Ketua PWI Sulut berakhir pada 30 Maret 2026. Setelah itu, kita akan menggelar konferensi. Siapa pun yang ingin mencalonkan diri dipersilakan, asalkan memenuhi persyaratan. Saya sendiri tidak akan mencalonkan lagi karena sudah dua periode, supaya fair dalam pemilihan nanti,” jelas Voucke.

Voucke juga mempertanyakan bagaimana Vanny Laupatty bisa mendapatkan SK tersebut, mengingat ia tidak memiliki hubungan dengan Ketua PWI Pusat hasil Kongres Luar Biasa.

“Saya menduga ia mencatut nama Gubernur Sulut Mayjen (Purn) Yulius Komaling dengan mengaku sebagai Ketua Tim Media Center YSK,” ujar Voucke.

BACA JUGA  Menteri Nusron Salurkan Bantuan dan Dengar Jeritan Warga yang Kehilangan Keluarga di Kabupaten Agam

Soliditas PWI di 15 Kabupaten/Kota

Ketua dan pengurus PWI dari 15 kabupaten/kota yang hadir dalam rapat menyatakan bahwa mereka tetap berada di bawah kepemimpinan Voucke Lontaan.

“Pak Voucke Lontaan adalah Ketua PWI Sulut yang sah hingga 2026. SK Plt Ketua PWI Sulut yang diberikan kepada Vanny Laupatty tidak memiliki dasar hukum yang jelas dan tidak kami akui,” tegas Ketua PWI Bolaang Mongondow Utara, Patris Babay.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Ketua PWI Kabupaten Minahasa, Christian Tangkere; Ketua PWI Tomohon, Terry Wagiu; Ketua PWI Kota Bitung, Tezar; serta Ketua dan pengurus PWI lainnya di 15 kabupaten/kota.

Usulan Laporan ke Aparat Penegak Hukum

Dalam rapat tersebut, para peserta juga mengusulkan agar masalah ini dilaporkan ke aparat kepolisian. Mereka menilai tindakan Vanny Laupatty dan pihak yang menerbitkan SK tersebut sebagai bentuk pencemaran nama baik organisasi PWI Sulut yang sah.

BACA JUGA  ‎Kapolres Boltara Pimpin Tabur Bunga Ziarah Nasional HUT ke-81 RI di Pantai Batu Pinagut

Sekretaris PWI Sulut, Merson Simbolon, menegaskan bahwa PWI sebagai organisasi profesi akan terus menjaga kemitraan dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

“Sebagai wartawan, tugas kita adalah melakukan kontrol sosial demi pembangunan dan kesejahteraan rakyat Sulut,” kata Merson, lulusan Lemhanas angkatan 60.

Selain itu, hampir 80 persen dari sekitar 800 anggota PWI Sulut telah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan sebagai salah satu program kerja untuk menjaga profesionalisme dan marwah organisasi.

Ketua PWI Tomohon, Terry Wagiu, juga mempertanyakan apakah Vanny Laupatty masih memiliki keterkaitan dengan media massa.

“Setahu saya, dia pernah bekerja sebagai wartawan, tapi sekarang media tempatnya bekerja sudah tidak jelas,” ujar Terry, yang juga Pemimpin Redaksi Media Online Liputan Kawanua.

Dengan adanya penolakan dari seluruh pengurus PWI di Sulut, mereka memastikan bahwa kepemimpinan PWI tetap berada di bawah komando Voucke Lontaan hingga masa jabatannya berakhir pada 30 Maret 2026. *

Facebook Comments Box

Berita Terkait

‎Ketua PWI Sulut Sintya Bojoh Silaturahmi dengan Plt Bupati dan Pimpinan DPRD Boltara
‎Susun Pohon Kinerja OPD, Aditya Pontoh Tekankan Target yang Jelas
800 Pramuka Penegak se-Gorontalo Ikuti Kemah Satya Tunas 2026 di Limboto
Kantor Pertanahan Boltara Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Perkuat Semangat Persatuan dan Pelayanan
‎Kapolres Boltara Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Tekankan Patriotisme dan Kepedulian Generasi Muda
‎Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Sekda Boltara Serahkan Bansos Pendidikan dan Bencana
Tonny Junus: Penanggulangan Kemiskinan Harus Tepat Sasaran, Bukan Sekadar Serapan Anggaran
‎Bumi Perkemahan Bongohulawa Bergemuruh: Ratusan Pramuka Penegak Gorontalo Awali Petualangan di Kemah Satya Tunas 2026
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:43

‎Ketua PWI Sulut Sintya Bojoh Silaturahmi dengan Plt Bupati dan Pimpinan DPRD Boltara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:27

‎Susun Pohon Kinerja OPD, Aditya Pontoh Tekankan Target yang Jelas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:01

800 Pramuka Penegak se-Gorontalo Ikuti Kemah Satya Tunas 2026 di Limboto

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:13

Kantor Pertanahan Boltara Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Perkuat Semangat Persatuan dan Pelayanan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:12

‎Kapolres Boltara Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Tekankan Patriotisme dan Kepedulian Generasi Muda

Berita Terbaru