Pelaksanaan Pasar Malam di Desa Kuhanga Bolmut Disorot, Dinilai Ganggu Kamtibmas

Senin, 1 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wahana Rembulen di Desa Kuhanga Kecamatan Bintauna Kabupaten Bolmut, Senin 1 April 2024 (Foto: Svg/identik.news)

Wahana Rembulen di Desa Kuhanga Kecamatan Bintauna Kabupaten Bolmut, Senin 1 April 2024 (Foto: Svg/identik.news)

BOLMUT, Asumsi.id – Pelaksanaan pasar malam di Desa Kuhanga Kecamatan Bintauna Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) disorot. Pasalnya, pelaksanaan rembulen tersebut bertepatan di bulan ramadhan 1445 Hijriah.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bolmut, Hamlan Pohontu, Senin (01/04/2024).

“Secara pribadi, jika ditanya, saya menolak pelaksanaan pasar malam atau disebut juga rembulen itu dilaksanakan pada bulan suci Ramadhan ini. Terlebih saat ini bulan ramadhan sudah di 10 hari terakhir,” ujar Hamlan.

Ia pun memberikan saran terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut bisa dilaksanakan setelah habis Idul Fitri 1445 Hijriah.

“Karena hal ini juga berkaitan dengan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat atau Kamtibmas,” ungkapnya.

BACA JUGA  Ciptakan Kamtibmas, Polisi di Bolmut Lakukan Pengamanan Shalat Tarawih

Lebih lanjut dikatakannya, pemberian izin oleh pemerintah desa Kuhanga terhadap kegiatan tersebut, diminta untuk ditinjau kembali.

“Sangat disayangkan jika telah diberikan izin. Alangkah baiknya, izin tersebut ditinjau kembali,” harapnya.

Terpisah, Sangadi Desa Kuhanga Dapral Patamani saat dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan, pihaknya telah memberikan izin pelaksanaan pasar malam tersebut dengan memberikan syarat kepada pihak pengelola.

“Iya kami memberikan izin, tapi ada beberapa syarat yang telah disetujui oleh pengelola. Dimana permainan yang identik dengan perjudian, tidak dilaksanakan. Kemudian, pelaksanaannya juga, diatur nanti setelah shalat tarawih,” kata dia.

Kaitan dengan pelaksanaan rembulen tersebut, Dapral mengatakan, belum bisa dipastikan akan dilaksanakan pada bulan Ramadhan ini.

BACA JUGA  Kalsel Bangga Jadi Tuan Rumah HPN 2025, Tegaskan Komitmen Dukung Kebebasan Pers

“Ini juga kan belum dilaksanakan, masih sementara pemasangan alat-alatnya. Kalau bisa terpasang semua, mungkin bisa dilaksanakan bulan ramadhan ini, mungkin juga nanti setelah lebaran Idul Fitri,” ujarnya.

Dia mengaku dengan dilakukannya kegiatan rembulen tersebut, pihaknya akan mendapat imbalan berupa bantuan untuk masjid yang akan diserahkan oleh pihak penyelenggara.

“Ini pihak penyelenggara menjanjikan akan memberikan bantuan untuk Desa, melalui sumbangan untuk masjid,” jelasnya. (Svg)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

800 Pramuka Penegak se-Gorontalo Ikuti Kemah Satya Tunas 2026 di Limboto
Kantor Pertanahan Boltara Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Perkuat Semangat Persatuan dan Pelayanan
‎Kapolres Boltara Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Tekankan Patriotisme dan Kepedulian Generasi Muda
‎Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Sekda Boltara Serahkan Bansos Pendidikan dan Bencana
Tonny Junus: Penanggulangan Kemiskinan Harus Tepat Sasaran, Bukan Sekadar Serapan Anggaran
‎Bumi Perkemahan Bongohulawa Bergemuruh: Ratusan Pramuka Penegak Gorontalo Awali Petualangan di Kemah Satya Tunas 2026
Jaga Keamanan Aset, Dirjen SPPR Imbau para Pemilik Tanah untuk Pasang Patok Tanda Batas
Menaker Paparkan Penguatan Regulasi Pelindungan Pekerja di Forum Asia Pasifik

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:01

800 Pramuka Penegak se-Gorontalo Ikuti Kemah Satya Tunas 2026 di Limboto

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:13

Kantor Pertanahan Boltara Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Perkuat Semangat Persatuan dan Pelayanan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:12

‎Kapolres Boltara Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Tekankan Patriotisme dan Kepedulian Generasi Muda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:52

‎Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Sekda Boltara Serahkan Bansos Pendidikan dan Bencana

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:07

Tonny Junus: Penanggulangan Kemiskinan Harus Tepat Sasaran, Bukan Sekadar Serapan Anggaran

Berita Terbaru