NGAWI, Asumsi.id — Kehadiran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Raden Syahid di Desa Selopuro, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam membuka akses pendidikan kesetaraan bagi warga yang belum menyelesaikan pendidikan formal. Program ini menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan dan memperoleh ijazah melalui jalur pendidikan nonformal.
Saat ini, PKBM Raden Syahid memiliki 12 peserta didik yang mengikuti program Kejar Paket C atau pendidikan kesetaraan setara Sekolah Menengah Atas (SMA). Keberadaan peserta didik tersebut menunjukkan adanya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan yang lebih mudah dijangkau, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan untuk mengikuti pendidikan formal. Jumat (9/10/26).
Kegiatan belajar mengajar PKBM Raden Syahid dilaksanakan di SDN Selopuro 1, Desa Selopuro, Kecamatan Pitu. Pemanfaatan lokasi tersebut memberikan kemudahan bagi peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran tanpa harus menempuh jarak yang terlalu jauh dari lingkungan tempat tinggal mereka.
Program Kejar Paket C ini ditempuh selama tiga tahun. Dalam kurun waktu tersebut, peserta didik mengikuti proses pembelajaran sesuai dengan ketentuan pendidikan kesetaraan yang berlaku. Program ini diharapkan dapat membantu peserta didik meningkatkan pengetahuan, mengembangkan kemampuan diri, serta membuka peluang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun memasuki dunia kerja.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah biaya pendidikan yang gratis, sehingga peserta didik dapat mengikuti program tanpa dibebani biaya pendidikan. Kebijakan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat yang ingin melanjutkan sekolah, tetapi terkendala kondisi ekonomi maupun berbagai faktor lainnya. Dengan adanya layanan ini, kesempatan memperoleh pendidikan diharapkan dapat dirasakan oleh lebih banyak warga.
Kehadiran PKBM Raden Syahid di Desa Selopuro diharapkan terus memberikan manfaat bagi masyarakat Kecamatan Pitu dan sekitarnya. Melalui program pendidikan kesetaraan gratis ini, masyarakat memiliki kesempatan untuk kembali belajar, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta membangun masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.
Perlu diketahui, menurut Kemal Very salah satu pengurus PKBM Raden Syahid peserta didik tidak hanya berasal dari Desa Selopuro saja melainkan ada yang dari Desa Beran, Desa Karangasri, Desa Kalang dan Dumplengan. (*)
Penulis : Dimas Ridho







