LIMBOTO, Asumsi.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Gorontalo membantah kabar yang menyebut adanya kader mereka yang bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN).
Sekretaris DPD PSI Kabupaten Gorontalo, Ayi All, menegaskan bahwa orang yang disebut dalam isu tersebut tidak pernah tercatat sebagai kader resmi PSI.
“Dia bukan kader PSI. Siapa yang bilang dia kader PSI?” ujar Ayi All.
Ayi menjelaskan, status keanggotaan dalam partai dibuktikan melalui kepemilikan Kartu Tanda Anggota (KTA). Hingga saat ini, kata dia, nama yang bersangkutan tidak pernah terdaftar secara administrasi sebagai kader PSI.
“Sampai dengan hari ini, yang bersangkutan tidak memiliki KTA PSI. Jadi tidak tepat jika disebut ada kader PSI yang pindah, karena statusnya saja bukan kader,” tegasnya.
Terkait kabar bahwa yang bersangkutan pernah menghadiri agenda Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI beberapa bulan lalu, Ayi menilai hal tersebut tidak dapat dijadikan dasar bahwa seseorang merupakan kader inti maupun pengurus partai.
Lebih lanjut, Ayi menegaskan PSI merupakan partai terbuka yang tetap menjunjung loyalitas dan kedisiplinan organisasi. Ia juga mengutip pernyataan Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, terkait sikap partai terhadap kader.
“Seperti yang pernah disampaikan Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, siapa yang tidak senang dipersilakan keluar dari PSI. Namun dalam kasus ini, bagaimana mau keluar, masuk sebagai kader saja belum pernah,” pungkasnya.
DPD PSI Kabupaten Gorontalo berharap klarifikasi tersebut dapat meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat terkait kondisi internal partai di daerah.**










