LIMBOTO, Asumsi.id – Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) memperketat pengawasan distribusi dan ketersediaan komoditas pangan strategis guna menjaga stabilitas harga dan pasokan menjelang akhir tahun. Pemantauan tersebut dilaksanakan selama dua hari, Selasa–Rabu (30–31/12/2025).
Kegiatan ini dilakukan oleh Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Gorontalo bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, dengan menyasar distribusi bahan pangan pokok, palawija, serta ketersediaan gas elpiji 3 kilogram yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Bupati Gorontalo melalui Sekretaris Daerah selaku Ketua TPID, yang menekankan pentingnya menjaga ketersediaan stok dan keterjangkauan harga komoditas pokok, sekaligus mencegah terjadinya kelangkaan dan praktik penimbunan, khususnya perayaan Natal dan Tahun Baru serta persiapan memasuki Bulan Suci Ramadan.
Berdasarkan hasil pantauan lapangan dan koordinasi lintas OPD selama dua hari pelaksanaan, sejumlah komoditas tercatat mengalami kenaikan harga secara fluktuatif, di antaranya cabai keriting dan beberapa komoditas hortikultura lainnya. Kenaikan tersebut dipicu meningkatnya permintaan dari daerah sekitar menjelang Natal, sebagaimana pola yang kerap terjadi setiap tahun.
“Kenaikan harga berada pada kisaran hingga 20 persen. Namun demikian, pasokan masih mencukupi kebutuhan masyarakat lokal dan diperkirakan akan kembali normal,” ujar Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Gorontalo, Drs. Zulkifli Lasalewo, M.Ec, Dev, Rabu (31/12)
Sementara itu, untuk ketersediaan gas elpiji 3 kilogram, distribusi dari agen ke pangkalan dipastikan berjalan lancar seperti hari biasa. Pemerintah daerah juga telah mengeluarkan Surat Edaran Bupati yang menginstruksikan para camat dan kepala desa untuk segera melaporkan apabila ditemukan keluhan masyarakat terkait penyaluran elpiji di wilayah masing-masing.
“Setiap laporan dari lapangan akan segera ditindaklanjuti agar permasalahan dapat cepat dicarikan solusi dan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” tegas Zulkifli.
Melalui pemantauan intensif selama dua hari ini, Pemkab Gorontalo berharap stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok tetap terjaga, sehingga daya beli masyarakat tidak terganggu dan inflasi daerah dapat dikendalikan secara berkelanjutan.*













