Jakarta, Asumsi.id – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Gorontalo. Akademisi senior sekaligus tokoh pemerintahan, Prof. Nelson Pomalingo resmi dilantik sebagai Anggota Dewan Pendidikan Nasional pada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia untuk periode 2026–2031.
Penunjukan ini dinilai sangat tepat mengingat rekam jejak panjang Prof. Nelson dalam dunia pendidikan, organisasi profesi guru, hingga pemerintahan daerah. Pengalaman dan dedikasinya selama puluhan tahun menjadikan dirinya sebagai salah satu tokoh pendidikan yang berpengaruh dari Gorontalo.
Dalam perjalanan akademiknya, Prof. Nelson pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) selama dua periode. Setelah itu, ia juga dipercaya memimpin Universitas Muhammadiyah Gorontalo sebagai rektor pada periode 2012–2016.
Tidak hanya di dunia akademik, kiprah kepemimpinannya juga terlihat dalam pemerintahan daerah. Prof. Nelson pernah menjabat sebagai Bupati Gorontalo selama dua periode (2016–2025). Pada masa kepemimpinannya, berbagai kebijakan pembangunan daerah, khususnya dalam bidang pendidikan, pembangunan sumber daya manusia, dan lingkungan hidup terus diperkuat.
Sebelum dikenal luas sebagai akademisi dan pemimpin daerah, Prof. Nelson juga pernah mengabdi di dunia pendidikan menengah dengan menjabat sebagai Kepala SMK Pertanian, yang menjadi bagian dari perjalanan awal pengabdiannya dalam membina dan mengembangkan pendidikan vokasi di daerah.
Sebagai seorang profesor yang dikenal sebagai ahli lingkungan, Prof. Nelson memiliki latar belakang pendidikan yang kuat. Ia menempuh pendidikan Strata Satu (S1) sebagai Insinyur Pertanian, kemudian melanjutkan Magister Pendidikan (S2) hingga meraih Doktor Pendidikan (S3).
Dedikasinya terhadap dunia pendidikan juga tercermin melalui kiprahnya dalam organisasi profesi guru. Prof. Nelson pernah menjabat sebagai Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Gorontalo dan aktif memperjuangkan peningkatan kesejahteraan serta profesionalisme guru, termasuk mendorong lahirnya kebijakan sertifikasi guru. Ia juga pernah terlibat dalam kepengurusan PGRI tingkat pusat, yang semakin memperluas kontribusinya dalam memperkuat kualitas pendidikan nasional.
Selain itu, Prof. Nelson juga pernah menjadi bagian dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) yang berperan dalam menjaga mutu dan standar pendidikan di Indonesia.
Di bidang sosial dan pengembangan pendidikan masyarakat, Prof. Nelson juga dikenal aktif sebagai pembina pada sejumlah yayasan pendidikan, di antaranya Yayasan Indonesia Emas, Yayasan Taman Cendekia, serta Yayasan Pusat Pengkajian Masyarakat Gotong Royong. Melalui peran tersebut, ia terus mendorong lahirnya berbagai inisiatif pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan pengalaman panjang sebagai akademisi, pemimpin daerah, serta tokoh organisasi pendidikan, Prof. Nelson dinilai sangat pantas mengemban amanah baru sebagai Anggota Dewan Pendidikan Nasional.
“Targetnya tentu sesuai tugas dan fungsi Dewan Pendidikan, yakni memberikan masukan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah terkait berbagai perubahan kebijakan yang mengarah pada peningkatan mutu pendidikan. Insya Allah setiap bulan kami akan menggelar rapat dan kajian yang hasilnya akan disampaikan kepada Menteri,” ujar Prof. Nelson Pomalingo singkat saat ditemui usai pelantikan di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Jabatan strategis ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memberikan kontribusi pemikiran, pengalaman, serta gagasan besar dalam merumuskan kebijakan dan arah pembangunan pendidikan Indonesia ke depan.
Penunjukan ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi masyarakat Gorontalo, karena putra daerah mampu mengambil peran penting di tingkat nasional dalam memajukan dunia pendidikan..*








