‎Uang Beredar pada Desember 2025 Tumbuh Lebih Tinggi

Sabtu, 24 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bank Indonesia (Ist.)

Bank Indonesia (Ist.)

‎Jakarta, Asumsi.id – Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Desember 2025 tumbuh lebih tinggi. Pada Desember 2025, M2 tumbuh sebesar 9,6% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan November 2025 sebesar 8,3% (yoy) sehingga mencapai Rp10.133,1 triliun.
‎
Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 14,0% (yoy) dan uang kuasi sebesar 5,5% (yoy).
‎
‎Berdasarkan siaran pers Bank Indonesia, 23 Januari 2026, Perkembangan M2, pada Desember 2025 terutama dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) dan perkembangan penyaluran kredit.
‎
Tagihan bersih kepada Pempus tumbuh sebesar 13,6% (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 8,7% (yoy). Penyaluran kredit pada Desember 2025 tumbuh sebesar 9,3% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan November 2025 sebesar 7,9% (yoy).
‎
Sementara itu, aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 8,9% (yoy), setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 9,7% (yoy).*

BACA JUGA  Pemerintah Dorong Sejumlah Langkah Hadapi Dinamika Ekonomi Global 2023
Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jaga Keamanan Aset, Dirjen SPPR Imbau para Pemilik Tanah untuk Pasang Patok Tanda Batas
Menaker Paparkan Penguatan Regulasi Pelindungan Pekerja di Forum Asia Pasifik
Sejak Diluncurkan pada 2023, Kementerian ATR/BPN Terbitkan Hampir 10 Juta Sertipikat Elektronik
Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi bagi Pekerja Terdampak PHK
Wamen ATR/Waka BPN Bahas Pentingnya UU Pengaturan Reforma Agraria dalam Diskusi Publik Ombudsman RI
Konsinyering HPL Badan Bank Tanah, Wamen Ossy Ingatkan Soal Keseimbangan Kecepatan Layanan dan Kepastian Hukum
Pendaftaran Tanah dan Layanan Pertanahan Ikut Berkontribusi terhadap Peningkatan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834,8 Triliun
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Catat RDTR Terintegrasi OSS Bertambah Jadi 576 dan Usulan LP2B Lampaui Target RPJMN

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:12

Jaga Keamanan Aset, Dirjen SPPR Imbau para Pemilik Tanah untuk Pasang Patok Tanda Batas

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:00

Menaker Paparkan Penguatan Regulasi Pelindungan Pekerja di Forum Asia Pasifik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:07

Sejak Diluncurkan pada 2023, Kementerian ATR/BPN Terbitkan Hampir 10 Juta Sertipikat Elektronik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:24

Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi bagi Pekerja Terdampak PHK

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:10

Wamen ATR/Waka BPN Bahas Pentingnya UU Pengaturan Reforma Agraria dalam Diskusi Publik Ombudsman RI

Berita Terbaru