Bekasi, Asumsi.id – Wakil Menteri (Wamen) Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia, Nezar Patria, secara resmi membuka acara Silaturahmi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sekaligus Kongres Bangkit Bersatu yang digelar di Gedung BPPTIK Komdigi, Jalan Sekolah Hijau No. 2, Cikarang, Bekasi, Sabtu (30/8/2025).
Pemerintah melalui Kemenkomdigi menegaskan dukungan penuh terhadap Asta Cita Presiden sekaligus komitmen memperkuat ekosistem pers nasional.
Dalam sambutannya, Nezar menekankan pentingnya forum silaturahmi sebagai ruang penguatan organisasi dan konsolidasi peran pers di masa depan.
“Kita berkumpul untuk memperkuat ekosistem pers, berdiskusi tentang langkah ke depan, dan meneguhkan visi bersama. PWI memiliki nilai sejarah besar. Sejak awal, pers turut berperan dalam mendirikan Republik ini,” ujar Nezar.
Ia juga mengajak seluruh anggota PWI menyelesaikan persoalan internal, membangun kembali soliditas, serta menghadapi tantangan pers di abad ke-21 yang kian kompleks. Menurutnya, sinergi antarorganisasi wartawan di bawah payung Dewan Pers adalah amanat Undang-Undang No. 40 Tahun 1999.
“Dewan Pers adalah otoritas tertinggi. Pemerintah tidak lagi membuat regulasi untuk pers sejak Dewan Pers hadir. Maka jangan berharap ada peraturan menteri yang mengatur pers; semuanya kini ada di tangan Dewan Pers,” jelas Nezar.
Mewakili Menteri Hukum dan HAM, Direktur Jenderal HAM Gusti Ayu Putu Suwardani, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai insan pers berperan vital dalam menjaga demokrasi dan mendorong transparansi pemerintahan.
“Wartawan selalu kritis dalam memberikan masukan. Ada yang halus, pedas, bahkan keras, tapi semua itu bagian dari demokrasi yang sehat. Kritik yang konstruktif akan melahirkan pemerintahan yang responsif dan akuntabel,” ujarnya.
Gusti Ayu juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dan mengedepankan profesionalisme dalam menyajikan berita.
Jangan tergoda oleh viralitas atau hoaks. Jurnalisme sejati harus setia pada Pancasila, menjaga keutuhan NKRI, dan mengawal cita-cita para pendiri bangsa,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat menegaskan bahwa PWI memiliki peran historis yang sangat signifikan dalam perjalanan bangsa.
“PWI punya pengaruh besar. Bisa dianalogikan seperti NU atau Muhammadiyah dalam bidang keagamaan. Sejak awal kemerdekaan, pers adalah kekuatan kata-kata yang membentuk sejarah. Tanpa berita dan diplomasi, dunia tidak akan mengakui kemerdekaan kita,” ungkapnya.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk menjadikan kongres ini sebagai titik balik penyatuan organisasi.*










